Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi
Tampilkan postingan dengan label ngoprek dapur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ngoprek dapur. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Januari 2016

Cara Mudah Membuat Cake Ultah

Ulang tahun adalah moment spesial buat sebagian orang. Makanya kadang orang pun menghidangkan sesuatu yang spesial. Contoh : cake ulang tahun.
Saat ini, mudah sekali untuk mendapatkan cake ulang tahun di toko kue. Akan tetapi, kadang rasanya tidak sesuai dengan penampilannya yang indah. Kalau ingin cake ultah yang rasanya seenak dan seindah penampilannya, kadangkala harganya tidak sesuai dengan budget di dompet kita. Kalau buatku solusinya ya bikin sendiri kue ultahnya. Penampilan udah pastilaah, nggak seindah yang di toko. Tapi soal rasa, kita sudah dapat memperkirakan bakal seperti apa.
Dan buat teman atau anggota keluaRga yang ultah, kue ultah bikinan sendiri akan lebih terasa istimewanya. Iya, karena dibuat dengan cinta 

Bahan :
- 2 loyang brownies kukus rasa original (aku pake merk Amanda)
- 1 boks whip cream bubuk, proses sesuai petunjuk di dusnya
- 100gr almond slice, sangrai. Pisahkan yang utuh untuk hiasan, yang hancur2 untuk dicampur di krim
- keju / coklat untuk topping
- chaca warna warni untuk hiasan
- loyang/bantalan kue yang sesuai dengan ukuran cake

Cara membuatnya :
1. Letakkan dua brownies di bantalan kuenya dan belah secara horisontal. Angkat kue bagian atas, sisihkan.

2. Oleskan krim yang telah dicampur dengan almond, tipis tipis aja biar hemat hehe


3. Letakkan belahan cake di atasnya dan oles lagi dengan krim
 
4. Tutup sisi sisi kue dengan sisa krim kemudian tempel dengan almond. Parut keju di atas kue. 

Selasa, 15 Desember 2015

Nasi Ketan - Saus Durian

Sebenernya aku rada rada males nih kalau harus masak makanan tradisional. Sebab biasanya perlu waktu dan perhatian khusus, entah itu mbungkusinnya atau membuat isiannya. Udah gitu nanti pas mateng, belum tentu anak anak suka. Mau nyobain aja alhamdulillah.
Tapi mosok yo mau males segalanya dan semua males diturutin. Mau jadi apa ? Mau jadi bokek gara gara jajan melulu ? Hehe #guwebanget. Nggak lah yaaaa...

Nah dari sekian makanan tradisional warisan nenek moyang eh warisan Ibuku (almarhum), ada satu makanan yang anak - anak dan suami suka. Ini penting yaaa.... Belakangan pas aku nyoba bawa ke kantor, eh temen-temen juga suka. Waaah...ini sesuatu yang membahagiakan tentunya ya... Rasa capek dan perjuangan melawan malas terbayar lunas saat wajah-wajah yang makan tersenyum puas. #berima. Apakah itu ? Yup ! Nasi ketaaaan...

Aku sudah pernah posting cara memasak nasi ketan sebagaimana diajarkan Ibu di sini.
Kalau dulu ketannya bersahabat sama kelapa parut, sekarang ketannya berteman dengan durian.
Duriannya dibuat semacam saus gitu, trus disiramkan ke ketan. Cara membuatnya gampang kok. Kira kira semacam kolak durian gitu deeh...

Bahan :
* 4-5 biji durian (lima biji yaa..bukan lima buah durian yaaa hehe). Gak harus durian yang mahal, yang biasa aja juga boleh, terlebih yang diskonan. Soalnya yang diperlukan adalah aroma/rasanya aja
* ½ liter air + ½ liter santan
* ¼ kg gula merah/gula aren yang sudah disisir/dipotong kecil-kecil
* 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air.

Cara membuatnya :
1. Masak air + gula merah sampai air mendidih dan gula hancur.
2. Masukkan santan, aduk aduk jangan sampai pecah.
3. Masukkan durian, aduk aduk sebentar sampai dagingnya berserat-serat/lepas dari bijinya.
4. Masukkan larutan maizena aduk-aduk sampai rata dan kuah mengental. Koreksi rasa, kurang manis tambah gula, keanisan tambah air.  matikan kompor.

Gimana, Mudah kaaan?
Cara penyajiannya, ambil ketan pakai sendok nasi, atau kalau telaten boleh dicetak dengan bentuk tertentu, kemudian siram dengan kuah duriannya.
Hmmmm....yummy.....


Rabu, 18 November 2015

Lekker Holland / Boterkoek

Beberapa waktu yang lalu aku dapat kiriman bahan kue dari  Mamak Sondang sebelum dia pindahan ke Birmingham. Nah sekian lama bahan kue itu ngendon aja di laci kantor, sampai akhirnya di IG ngehits postingan tentang lekker holland ini. Akupun penasaran. Kebetulan semua bahan ada maka akupun mencoba membuatnya. Untuk resep, aku nyontek dari IG @tiyarahmatiya dengan sedikit improvisasi sesuai keberadaan bahan dan kebiasaan masak aku.

Berikut resep aslinya :

Boterkoek
Bahan :
200gr butter /margarine - aku pake setengah butter setengah margarin Palmia
150g gula pasir
250gr tepung segitiga/kunci biru
1/2 sdt Vanili bubuk/cair - aku skip yang ini
1 butir telur
Garam sedikit - aku skip  juga yang ini
1 butir kuning telur buat olesan
almond slice untuk taburan (aku pake almond dan pernah juga nyoba pake choco chip)
Cara :
- panaskan oven
- kocok pake mixer butter, gula pasir, telur, vanili dan garam sampai putih dan mengembang
- masukkan tepung sedikit sedikit, aduk sampai rata pake mixer kecepatan rendah
- masukkan adonan kedalam loyang kue kering yang sudah dioles mentega dan di taburi tepung tipis tipis langsung oles aja.. Gak dioven setengah matang dulu
- olesi atasnya dengan kuning telur bagian atas cake bisa dihias/dibuat garis pake garpu
- beri taburan
- panggang di oven suhu 180 dercel selama 20 menit

Lekker holand
Gampang ya ternyata membuatnya. Nah karena resep ini termasuk yang anti gagal, nggak ada titik titik krusial yang bikin gagal, kira kira begitulah, maka aku coba coba pakai tepung mocaf. Nah pas pake tepung mocaf itu aku pake cuma setengahnya, setengah lagi tetap pakai terigu. Tapi hasilnya beda dengan percobaan pertama. Yang ini seperti lebih basah dan bau singkongnya itu masih terasa. Ya sudahlah, karena kurang menarik aku nggak fotoin.

Kemudian hari minggu kemarin, masih penasaran, aku cobain pakai tepung ketan. Jadi setengah bagian aku pakai terigu, setengah bagian lagi pakai tepung ketan. Untuk taburannya aku setengah pakai almond, setengah lagi pakai choco chips (karena almondnya habis). Nah untuk percobaan ini aku merasa puas.

lekker holland ketan hitam. sepintas mirip brownis ya..
Emang, sepintas mirip brownis ketan hitam gitu. Tapi karena ini butternya lebih banyak dan telurnya lebih dikit jadi tetep beda dikitlaaah...
Mau yang mana ? Ayo cobain semua :D

Salam Kreatif !

Sabtu, 14 November 2015

Telur Dadar Ala Warung Padang

Siapa di antara teman-teman yang suka makan di warung padang ? Pasti banyak yang ngacung ya.... Akupun seneng makan di warung padang. Bumbu-bumbunya komplit, santan santannya hmmmm....  Pantas kata memTyk in nasi padang we trust hahahaha (buat ngobatin lapar)

Salah satu menu yang sering kupesan di warung padang adalah telur dadar. Biasanya ini jadi menu pendamping disamping ikan bakar atau ayam bakar. Aku akah jarang makan rendang di warung padang. Hehe Nah, pas stalking selebgram idolaku teh @tiyarahmatiya ada resep trelur dadar ala padang ini, aku langsung nyoba bikin, daaaan rasanyaaaa.... Mirip miriplaaah... 

Ini dia resep telur dadar ala padang versi teh Tiya :

Bahan:
- 4 butir telur 100 gr kelapa parut sangrai sampai coklat
- 1 sdm tepung tepung beras (aku pake tepung mocaf)
- 1 batang daun bawang cincang halus
- 1 batang daun seledri cincang halus
- 1/2 sdt garam (secukupnya)

Bumbu Halus: (punyaku aku iris iris)
- 3 siung bawang putih
- 5 butir bawang merah
- 1/2 sdt lada
-  3 buah cabe merah besar (aku nggak pake cabe)
-  Garam (skip,  garam ini kata ibuku dulu memudahkan proses pengulekan)

Cara Membuat:
1. Campur semua bahan menjadi satu, tambahkan bumbu dan aduk rata.
2. Goreng dengan sedikit minyak di teflon dengan api kecil.
3. Jika bagian bawah telur dadar sudah kering dan berwarna coklat, balik hati hati.
4.  Test pake garpu buat meyakinkan udah mateng atau belum.

Mudah kaaan ?

Senin, 09 November 2015

Kembalinya Ruh Baking

Jiaah... haha judulnya nggaya banget ya...

Jadi ceritanya aku tuh udah lama banget nggak baking. Alasan sebenarnya ya males aja.. cuma kalau mau dibikin alasan yang lebih keren boleh laah, dibilang sibuk. haha
Tapi beberapa waktu terakhir ini, aku seperti dipaksa gitu buat bergaul lagi dengan segala macam perkuehan. September lalu Fikri minta dibuatin kue untuk ulang tahun MPK. (Majelis Perwakilan Kelas) di mana dia sebagai salah satu pengurusnya... ya anak lanang yang minta mau nggak mau walaupun malas ya udah tetep dibikinin. Karena masih ada sedikit rasa malas, untuk based kuenya aku pakai brownies kukus Amanda. Rasanya enak, tinggal beli dekat rumah. Kebetulan waktunya berdekatan dengan ulang tahun Faiz. Jadi Jumat Sabtu berturut turut menghias kue.

Kue Ulang Tahun MPK. Pertama kalinya aku pake edibel. Hihi cuma setelah nginep semalem di kulkas edibelnya kayak basah gitu dan jadi enggak rata. Mungkin ketetesan air, karena wadahnya enggak aku tutup.
besoknya aku bikin kue ultah Faiz, ini cuma dipagerin bengbeng, ditabur oreo hancur dan ditancepin bendera

Kemudian di bulan Oktober, Fikri pesan kue lagi, kali ini untuk salah satu teman pengurus MPK. Aku masih males juga, jadi base-nya lagi lagi aku pake brownies amanda

Dua amanda dijejer, trus dibelah jadi dua layer, diisi krim.

Nah kemudian di bulan November, teteh ulang tahun ke 12. Sudah menjadi tradisi keluarga, semua anak diulangtahunin alias diacarain potong kue itu cuma sampai usia dua belas, atau sampai kelas 6 SD. Jadi mulai tahun depan, kalau teteh ulang tahun, nggak akan dibuatin kue lagi. Makanya pas teteh minta dibuatin kue warna ungu juga aku berusaha untuk memenuhi. Tadinya mau aku beliin aja, tapi udah cari cari di beberapa toko nggak ada yang ungu. Nggak kepikir buat mesen juga sih.
Ya sudah karena pas tanggal 5 itu hari kerja, besoknya teteh dan Ayuk ada acara mabit di sekolah, dan besoknya lagi Abi dinas malem, akhirnya acara ultah ditunda ke tanggal 8 hari Minggu. Akupun membuat kue sendiri untuk basenya. Isinya sponge cake seperti yang pernah aku posting sebelumnya di sini. Tapi enggak aku kasih coklat dan aku pake loyang bulat.

kue ultah teteh
slice-nya.

Lumayanlah. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk kembalinya semangat baking ya...


Salam Kreatif !

Rabu, 28 Oktober 2015

Abon Ikan Tongkol edisi Kilat Khusus

Pas masih suka makan bekel bareng di kantor yang lama, mba Tri beberapa kali membagi abon ikan tongkol yang dia buat sendiri dari ikan tongkol segar, yang dikukus, diambil dagingnya, baru dimasak.
Nah karena aku tidak setelaten itu dalam hal memasak, maka bahan ikan tongkolnya aku ganti dengan pindang tongkol siap masak yang banyak dijual dipasar. Makanya resep ini kusebut edisi kilat.

Abon Ikan tongkol edisi kilat

Bahan :
- ¼ kg pindang tongkol bersihkan dari kulit dan tulang/duri. Kemudian diulek/dihancurkan

Bumbu iris :
- 5 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 10 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris tipis2.
- cabe rawit bila suka

Cara membuatnya :
-  panaskan wajan teflon, beri minyak dan tumis duo bawang. Setelah tercium harumnya masukkan cabe rawit iris (bila suka) ples irisan daun jeruk. Aduk sebentar.
- setelah daun jeruk layu, masukan daging pindang tongkol yang sudah dihancurkan. Oseng-oseng terus seperti disangrai gitu sampai ikannya mengering sesuai kadar yang diinginkan.
- karena pindang biasanya dah sedikit asin, maka aku nggak menambahkan garam.

Nah, gampang kaaan? Kalau aku sih bikinnya gak terlalu kering, supaya sore nanti atau besoknya kalau mau diangetin gak bakal kekeringan/garing.

Selamat mencoba !

Jumat, 23 Oktober 2015

Bola Bola Brownies

Brownies. Makanan yang dekat dan enak Harga pun terjangkau. Anakku suka banget brownies kukus Amanda. Tapi kadang kadang, kalau mood makan mereka lagi hilang, brownies yang biasanya habis dalam sekejap, suka nyisa. Sayang kaaan, nah brownies itu bisa didaur ulang seperti ini nih....
Kita kasih nama aja bola bola brownies yaaa...

Bahan :
- brownies kukus, dikepel-kepel haha oke dibentuk bola-bola seukuran cup coklat. Karena aku pakai rownies kukus, maka tekstur kue sudah basah. Kalau pakai cake atau brownies panggang, bisa ditambahkan susu kental manis atau butter yang dilelehkan.
- meises cokla/warna warni sesuai selera
- coklat blok secukupnya ( aku pakai dcc)

Cara membuat :
- lelehkan coklat dg cara ditim,  isikan ke cup coklat sepertiga dari tingginya.
- ambil bola bola bronis  celupkan ke cairan dcc, celup lagi/gulingkan ke meises
- masukkan bola2 brownies ke dalam cup dengan posisi yg ada meisesnya di bagian atas
- hias dengan tusukan bendera

Tadaaaaa!!!!
Gampang kaaan ?

Selasa, 20 Oktober 2015

Tahu Bejek Spesial Pake Telur

Masakan ini pertama kali kenal ya di Bandung. Karena selama aku di Jawa Tengah, DKI, NTT maupun di Lampung, aku nggak pernah melihat menu ini baik di warung maupun di meja makan temenku :)
Padahal buatnya mudah aja....

Bahan :
1 telur (katanya kalau di warung nggak dikasih telur)
1 tahu - remas/hancurkan
1 batang daun bawang -iris
1 cabe rawit (haha level pedesku rendaaah)-iris-iris
2 bawang merah -iris
1 bawah putih -iris
1 sdm minyak sayur
Gulgar bila suka


Cara membuat :
Panaskan teflon dengan sesendok minyak, tumis duo bawang, dan cabe rawit. Kemudian masukan telur dan daun bawang. Aduk aduk sampai telur setengah matang. Terakhir masukkan tahu yang sudah diremas, aduk2 sambil tahunya dihancurkan atau dibejek-bejek hehehe... Karen dihancur-kan seperti ini, ada yang menyebut juga tahu siksa.
Mudaah kaan ?


tahu siksa yang siap dilahap

Kamis, 29 Mei 2014

Cimplung Bandung

Kenapa cimplung Bandung?
Ya karena aku berkenalan dengan cimplung ini di Bandung, dan ternyata berbeda dengan 'cimplung' di kampungku Cilacap sana.
Di Cilacap (dan Kebumen -soalnya ada orang Kebumen yang nanyain kenapa cimplung bulat2- dan mungkin seputaran Banyumas), yang namanya cimplung adalah singkong yang direbus dengan nira. Ya, nira. Bukan air gula merah ya... Biasanya sih cimplung singkong ini bukan produk utama. Tapi seperti peribahasa sambil menyelam mengambil mutiara gitu lhoo...
Merebus nira sampai kental dan siap dicetak jadi gula merah kan lammmmaaaaaa.... jadi sambil nunggu itu, dimasukinlah singkong biasanya utuhan/potongan ukuran besar. Singkongnya maniiss dan empuk.... gulanya siap dicetak. Hhhhmmmm yummmyyy....  *makinkangenkampung.

Balik ke cimplung Bandung ya... Pertama aku makan sih inget, sambel hejo doong... mau yang di Natuna, di Katamso, mau di Palasari bahkan yang di pasteur sana pun. Sengaja 'sambel hejo' nya nggak huruf besar, karena ternyata kata yang tadinya kupikir 'brand' ini udah banyak banget variannya. Entah mana yang duluan mana yang yang belakangan. Mana yang original mana yang KW. Tapi di setiap rumah makan sambel hejo, biasanya ada cimplung.

Nah, kalau siapa yang mulai duluan posting cimplung di IG, sungguh aku gak tau. Biasanya kan resep yang mudah bakal mudah menular juga....Hihi... tapi terakhir aku lihat ya di akun @edapoenya. Akupun langsung ke blog Nyonya Besar dan ngubek-ubek di sana. Ketemu deh resepnya.

Bahan :
* 500 kentang kukus, haluskan
* 6 sdm aci
* 1 putih telur

Bumbu halus :
* duo bawang, merica, garam. penyedap rasa bila suka.

Cara :
Campur kentang+aci sampai kalis. Masukan bumbu halus. Uleni. Masukan putih telur, uleni lagi. Bentuk bulat-bulat. Kemudian goreng sampai matang.

Gampang kaaan ? #yakali
Ya aku nyobain pertama langsung berhasil. Hihi gatau ntar percobaan berikutnya...

Rabu, 07 Mei 2014

Cake Rasa Nanas

Sepertinya kalau kita sudah beberapa kali baking, bakalan terasah feeling kita, apakah sebuah adonan bakal jadi cake atau enggak.
Lama kelamaan, aku menganggap memasak wabil khusus bikin kue itu, asal kita mau coba coba, ternyata bisa nemuin resep baru. Ini aku merasa seperti saat menjahit. Tiba-tiba pengen motong gitu atau gini, pengen nambahin ini itu sebagai aplikasi, dsb. Walaupun untuk menjahit ini terus terang aku masih terkendala mesin jahit. Iya, mesin jahitnya masih di toko, belum dipindahin ke rumah haha (mau bilang belum kebeli aja meuni muter muter).

Setelah kemarin mencoba cake rasa kacang kopi yang ternyata enak, kali ini aku coba lagi dengan rasa lain. Nanas ! Ya nanas, ini terinspirasi oleh tester kue lebaran yang dikirim teman :). Yaudah aku cobain gitu aja. Daaaaan.... hmmmm.... aromanya... sungguh menggoda selera. (Minimal seleraku dan anak-anak ya.... eh nggak juga sih, kata ibu-ibu pengajian juga enak).

Ini resepnya ya...
Bahan :
3 butir telur (iyah, selain irit juga aku khawatir loyang tulbanku gak muat)
125 gr terigu
125 gr gula pasir
75 gr mentega dicairkan
2 sdm selai nanas (lebih nikmat kalau pakai selai nastar, masih ada serat nanasnya)
Pengembang

Cara :
* mixer telur, gula dan pengembang sampai mengembang sempurna, kalau aku nandainnya putih dan kalau dimiringin nggak tumpah
* tambahkan 2 sdm selai, campur sampai rata
* tambahkan tepung dan mentega cair selang seling, aduk pakai spatula.
* tuang ke loyang yang sudah dioles mentega dan ditaburi terigu.
* panggang sampai matang

Gampang kaaan ?
Hihi kata mba Tituk aku hobby bikin cake. Iyaaa.... soalnya tinggal aduk aduk dan cemplung-cemplung. Sepanjang anak anak suka, kita pun semangat empat lima membuatnya. Ya nggak, ibu-ibu ?

Minggu, 04 Mei 2014

Cake Kacang Kopi a la Kreasi Titi

Udah nulis ngalor ngidul cerita sejarah penemuan resep ini, eh lupa save. Hilang deh. Intinya saat itu aku mau bikin resep lain, udah kocok telur ini itu, eh, bahan lain gak ada.  Tak ada rotan, akarpun jadi. Aduk sana sini, cemplung ini itu, lho... kok enak. Akhirnya kubikin lagi dan lagi dan lagi.
Daaaan resep ini sudah diverifikasi oleh @punyade dan @gellacia di akun IG. (Baca : udah dicoba bikin, dan jadi). Tersanjung nggak sih, resepku dicoba oleh 2 seleb ?

Berikut resepnya :
Bahan :
3 telur
125 gr gula
125 gr terigu
125 ml minyak goreng
2 sdm selai kacang
½ sachet kopi instan
1 sdt pengembang

Cara :
* kocok telur+gula+pengembang sampai putih, turunkan kecepatan mixer, masukan selai dan kocok sampai selai hancur/tercampur
* masukkan selang seling tepung+minyak, aduk pakai spatula
* tuangkan ⅔ adonan ke loyang yang sudah dioles mentega+tabur terigu.
* campurkan kopi ke ⅓ adonan yang tersisa, aduk rata, kemudian tuangkan adonan ke loyang, panggang sampai matang.

Sabtu, 19 April 2014

Puding Kentang

Dapat resep yang super duper gampil ini dari teman selingkaran. Pas kemarin ada botram-an, dia bawa puding yang menurutku rasanya juga enaaaak. Aku pernah makan di tempat teman lain, yang pakai labu kuning. Tapi karena temen itu ada diabet, dia bikinnya gulanya dikiiit. Hihi kurang pas di lidahku.
Bahan :
500 gr kentang, kukus dan haluskan
2 bungkus agar agar
4 gelas santan
1 gelas gula pasir/sesuai selera
Cara :
*masak agar+santan+gula sampai mendidih (sambil diaduk supaya nggak luber keluar dari panci)
*masukkan kentang, aduk aduk sampai bergolak lagi, matikan kompor
*aduk-aduk sampai asapnya berkurang. masukkan ke cetakan. Kalau perlu disaring supaya printilan kentang yang nyisa nggak terbawa.

Rabu, 16 April 2014

My First Muffin


Ceritanya udah banyak yang ngajakin bikin muffin. Tapi aku belum tergoda juga. Nah pas lihat IG @ndutyke2, dan bahannya ada maka akupun langsung nyoba nge-muffin tanpa babibu lagi.
 Terjemahan kira-kiranya seperti berikut :

Bahan :
* 60gr butter
* 2 cups self raising flour
* 1/2 cup gula kastor
* 1/2 cup susu cair
* 2 telur
* 2 pisang - hancurkan
* 1 cup choco chip

Cara : 
1. Panaskan oven 200 derajat.  isi loyang muffin dengan kertas. Cairkan butter di wadah kecil, dinginkan
2. campurkan tepung, gula kastor.
3. campurkan susu,  telur dan butter cair. masukkan ke adonan tepung. aduk sekenanya, katanya kalau ngaduknya kelamaan, muffin bakalan bantat.
4. masukkan pisang dan choco chip.  tuang ke loyang mufin. dan panggang kurleb 20 menit.
 

Rabu, 19 Februari 2014

Nugget Sayur Home made

Nugget ayam ? Nugget ikan ? Biasaaaa... nugget sayur ? Coba aja...
Tapi jangan tanya aku ya... kandungan gizinya gimana... sungguh aku gak tau bagaimana nasib bahan makanan yang sudah dimasak ulang-ulang begini. *oratanggungjawabblas*
Ya mungkin kandungan seratnya masih ada. Tapi vit-vit nya itu pasti sudah berkurang kadarnya ya... hehehe
Adapun bahan-bahan dan bumbu-bumbu nuget sayur adalah sbb :
* 100 gram wortel, diparut kasar
*  3 sdm protein sedang
* 3 butir telur, dikocok lepas
*  50 ml air
* ½ buah bawang bombay, dicincang halus
* 2 siung bawang putih, dihaluskan
* ½ sdt mrica halus
* ½  sdt pala bubuk
* 1 sdt garam
* ½ sdt gula pasir
Bahan pencelup / pelapis :
1 butir telur, dikocok lepas
50 gram tepung roti
Catatan : semakin kecil potongan nugget, semakin bertambah bahan pencelup yang diperlukan.
Cara Memasaknya :
- Aduk rata semua bahan. Tuangkan ke wadah tahan panas yang dialas plastik. Kukus 30 menit sampai matang.
- Potong – potong sesuai selera. Celup ke telur. Gulingkan di tepung roti. Lakukan pelapisan 1 kali lagi bila suka.
Tadaaaaa.....

Minggu, 09 Februari 2014

Spageti A la Pantai

Hahaha... maaf belum belum udah ketawa. Ya lucu aja gitu. Berhubung aku gak tau mau dikasih nama apa ya suka suka aku aja bikin namanya.
Sejujurnya aku jaaarrrraaaaang sekali gugling resep. Kenapa ? Pertama karena gak kepikiran mau masak apa sehingga perlu tanya mbah gugel. Kedua aku maunya nyoba yang teman-teman udah pernah nyoba. Jadi kan bisa nanya-nanya getooo....
Estede banget kan selera makannya ? Yah... cukuplah untuk lidah yang cuma bisa membedakan makanan dalam dua kategori, enak dan enak sekali.
Ceritanya kemarin anakku malam-malam minta spageti. Sebagai emak males mikir ngomong iya duluan. Padahal belum lihat persediaan bahan. Karena di dalam kulkas cuma ada udang akhirnya kepikiran bikin ini. Sangat ekonomis, sesuai anggaran kami.
Oke, judulnya udah ya... spageti a la pantai.
Bahan :
Satu bungkus spageti la fonte, rebus, sisihkan.
Saus :
* 100gr udang kupas, cincang.
* 5 buah tomat sebesar kurleb segenggaman tangan, parut pakai parutan tupperware -titipansponsor
* setengah botol kecil saus tomat
* setengah butir bawang bombai, cincang halus
* 2 siung bawang putih cincang halus
* merica dan lada bubuk sesuai selera
* oregano kalau pas punya.
* minyak untuk menumis
Cara membuatnya :
* tumis duo bawang sampai harum, masukkan udang. Tambahkan merica dan lada bubuk
* bila udang sudah tampak layu, masukkan tomat halus, masak dengan api sedang, aduk aduk sampai airnya hampir habis. Kalau kelihatan gosong di wajan, kecilkan api.
* masukkan saus tomat dan oregano. Aduk.
Jadi deeeh....
Cara menghidangkan :
Letakkan spageti di piring, siram dengan saus. Tambahkan keju parut bila suka.

kayaknya kurang merah ya.. hihi

Minggu, 02 Februari 2014

Choco Devil Cake

Pertama ngerasain cake ini, waktu dapat kiriman kue ultah Faiz dari Mak Sondang.
Nah terus, pas Mak Sondang ultah kemarin, Mba Tri bikin ini. Wow... lebih pas rasa coklat dan manisnya. Gak bikin mblenger. Sampai-sampai aku makan dua potong malahan. *tjiumMbakTridan Sondang satu-satu*

Sesampainya aku di rumah, mba Tri sms resep tanpa kuminta. Haha.. udah tau aja dia...
Ini yang bikin aku semangat berlatih, kata Mbak Tri, kalau dia bisa, aku juga pasti bisa. Bikin pede kan ?
Sayang seribu sayang, saat itu dapur lagi bongkaran, jadi gak bisa mengeksekusi resep dari mbak Tri.
Sekarang... setelah beres urusan dapur, baru deeeh.. dicobain.

Resep Asli sesuai SMS :
Coklat bubuk 60 gr diseduh air panas 120 ml aduk sampai spt pasta sisihkan sampai dingin, Mentega 340 gr kocok 4 mnt kec rendah  trus masukan gula yg dah diblender 375 gr  sedikit2 kocok 5 mnt, telur 4 yg besar dikocok lepas trus masukan ke afonan mentega kec rendah dkt2 sampai rata, larutan coklat campur dgn susu cair pth 240 ml, terigu 360 gr dan soda kue 1sdt diayak masukan ke adonan mentega tepung dan susu coklat bergantian awali dgn tepung akhiri dgn tepung kocok kec rendah, adonan tuang ke loyang yg sdh dioles mentega dan diberi kertas roti, panggang 160 sd 170 derajat 35 sd 45 mnt

Hahaha... pusing nggak bacanya ?
Kata Tri, untuk mendapatkan hasil panggangan yang bagus, minimal ada sela 2 cm kanan dan kiri loyang sampai ke dinding oven.
Karena resep ini banyak dan harus pakai loyang gede, sedang ovenku kecil, Tri nyaranin aku bikin per setengah resep atau 3/4 -nya. Maka akupun membuat perhitungan untuk 3/4 resep.

Bahan :
-coklat bubuk 45gr
- 255 gr mentega
- 280 gr gula kastor
- 3 telur ukuran besar
- susu cair 180 ml
- terigu 280 gr
- soda kue 1sdt

Cara membuatnya :
*coklat bubuk 45gr diseduh dengan air panas 90ml. Aduk sampai jadi pasta, sisihkan sampai dingin
*255 gr mentega kocok 4 menit kecepatan rendah kemudian masukkan gula yg sudah diblender (gula kastor). sedikit demi sedikit sambil  dikocok selama 5 menit
*telur 3 yg besar dikocok lepas trus masukan ke adonan mentega, kocok dengan  kecepatan rendah, masukkan  sedikit demi sedikit sampai rata,
*campur larutan coklat dengan susu cair
*terigu 270 gr dan soda kue 1sdt diayak
*kemudian masukkan ke adonan mentega :   tepung dan susu coklat bergantian awali dgn tepung akhiri dgn tepung , kocok dengan kecepatan rendah,
*tuang adonan tsb ke loyang yg sdh dioles mentega dan diberi kertas roti, lalu panggang suhu 160 sd 170 derajat selama  35 sd 45 mnt .

Nah, masih terkendali kan, tingkat kesulitannya ?

Rabu, 08 Januari 2014

American Risoles Wanna Be

Setelah membaca postingan Mbak Tituk tentang american risoles ini, trus lihat gambar-gambar IG teman teman yang udah pada nyobain, penasaran juga jadi pengen nyoba.
Semangat banget dari akhir November dah beli tepung roti dan wajan teflonnya (hah ? belum punya ?) ternyata sampai Desember berakhir belum mood juga untuk membuat. Bukan apa- apa , kondisi dapur yang lagi bongkaran dan penuh debu membuatku berhitung untuk memasak. Debunya itu lho...

Dan awal tahun kemarin, momennya tepat banget, pada suatu Jumat, mbak Tituk mengirimiku amris yang aduhai, dan ola la anak-anak minta nambah,  maka aku pun bilang besok kita bikin sendiri. Besoknya kebetulan mang tukangnya libur. passs banget. akhirnya resep amris ini
yuuuk... kita coba yuuuk...

Bahan :

Untuk kulit:
* 1,5 gelas tepung terigu (150 gr)
* 2 gelas susu cair (350 ml)
* 1 sdm mentega cair
* 1 butir telur + 1 kuning telur (putihnya disisihkan dulu ya.. nanti dipakai untuk membalur)
* Tepung panir kasar secukupnya
Bahan isi:
* 3 butir telur rebus (masing-masing dipotong 6)
* 4 buah sosis - aku potong 6 tipis-tipis kayak daging asap hehe ( karena resep aslinya pakai daging asap)
* Keju slice 3 lembar (masing-masing kupotong jadi 6)
* Mayonais secukupnya (yang banyak ya.. karena ternyata makin enak kalau mayonaisnya banyak. aku habis setengah botol lebih untuk 16 potong amris)

penampakan kulit dan bahan isi
 Cara membuatnya :
  1. Campur jadi satu terigu, susu, telur kocok, dan mentega cair. Kemudian aduk sampai rata. Saring agar adonan benar-benar halus, enggak ada printilan printilan terigu.
  2. Panaskan teflon (aku pakai yang diameter 22 cm), olesi dengan sedikit mentega. Dadar adonan kulit satu demi satu. Sendokin pakai sendok sayur sekaligus sebagai ukuran. Caraku, aku angkat teflon dari atas kompor (supaya tidak terlalu panas), trus aku tuangkan adonan di tengah teflon, trus teflonnya diputar gitu supaya adonannya rata. Kalau teflonnya terlalu panas, adonan enggak bisa melebar karena telanjur mateng, pakainya api sedang aja ya.. kalau digoyang sudah terlepas dari teflon, berarti kulit amris itu udah mateng.
  3. Pas pengisian, kulit amris aku kasih mayonais dulu, terus diatasnya kususun telur, keju, dan sosis, baru kasih lagi mayonais di atasnya. lipat segi empat. lem dengan sedikit putih telur, sisihkan. lakukan sampai seluruh kulit habis. 
  4. Setelah itu, celupkan risoles di putih telur, terus dibalur tepung panir. Simpan di wadah pak n stor #kode, letakkan bersisian. Aku lapisin plastik pas meletakkan tumpukan kedua supaya enggak lengket nantinya (kali aja ada efek putih telur di tepung panir). Simpan di freezer sebelum digoreng.
  5. Sebelum digoreng, angin-anginkan sebentar agar tidak terlalu beku. Pakai minyak cukup dan api sedang agar kulitnya crispy tapi enggak gosong

risoles yang siap digoreng
Pengen nyoba ? Pengen nyoba ? Silakaaaan...

Salam Kreatif !

Senin, 30 Desember 2013

Bubur Tiga Warna

Bubur tiga warna ini terdiri dari warna putih, coklat dan merah muda. Didapat dari tiga macam bubur yang berbeda yaitu bubur sumsum, bubur candil dan bubur mutiara (ada yang menyebutnya delima/dlimo).  Cara membuatnya menurutku lumayan gampang, yang dibutuhkan hanya sedikit kesabaran :D

Beberapa waktu lalu aku pernah posting tentang bubur candil.
Nah sekarang aku tinggal tambahkan bubur sumsum dan bubur mutiaranya aja ya...
Aku dapat resep ini dari blog Mak Ika 
Tentunya dengan sedikit modifikasi ya....disesuaikan dengan dapurku :)

Bubur Sumsum :
Bahan :
* 300 gr tepung beras putih (aku pakai satu gelas belimbing)
* 50 ml santan instan (aku pakai satu gelas santan kelapa)
* Air secukupnya (aku pakai dua gelas)
* Garam juga secukupnya (aku tambahkan daun salam)

Cara membuat :
  • masak satu gelas air+santan+garam+daun salam sampai mendidih. 
  • campur tepung beras dengan segelas air, aduk rata. masukkan ke santan mendidih tadi. aduk terus jangan sampai hangus/gosong
  • angkat bila warna telah berubah pekat / tidak ada bau beras mentah lagi. (kurang lebih 15 menit)
 -  
Bubur mutiara
Bahan :
1/4 kg sagu mutiara / delima
200 gr gula pasir
Air  secukupnya

Cara membuat :
  • tuang sagu mutiara ke dalam panci yang agak besar, tambahkan air sampai terendam, masak dan sambil diaduk-aduk  boleh ditambahkan air bila mutiara belum masak.
  • Tanda bahwa mutiara telah sempurna masak adalah ketika sagu mutiara ini warnanya menjadi bening semua (menjadi merah, enggak ada yang putih / hijau)  
  • Masukkan gula saat sagu sudah hampir masak. 

Cara penyajian :
Tempatkan ketiga macam bubur dalam satu wadah. Maka jadilah bubur tiga warna.
penampakan bubur 3 warna
Selain dengan cara di atas, dapat juga masing masing jenis disajikan terpisah
* bubur candil + santan kental
* bubur sumsum + kinca (sirup gula merah) / sirup karamel
* bubur mutiara + santan

Asyik banget tuh, jajanan murmer seperti ini untuk persediaan di rumah selama anak-anak pada libur, atau saat kumpul keluarga. Tertarik untuk mencoba ?
Monggo...

Salam Kreatif !

Kamis, 19 Desember 2013

Putri No'ong

What is the meaning of "putri no'ong" ? 
Hahaha
Putri no'ong artinya putri ngintip. Kenapa ya.. dinamain gitu? Apa karena pisang yang di dalam itu kayak mata belo? Entahlah.
Dan yeay ! Aku ingat nama makanan ini di kampungku. Kemarin pas posting di IG nggak ingat sama sekali.
Di Cilacap, namanya mata roda. Ini salah satu makanan favoritku kalau ke pasar.
Cara membuatnya ?
Entahlah... aku cuma kira-kira saja. Tapi kata temen-temen di ruangan, dan kata anakku, buatanku ini enak.

Bahan :
1 mangkok singkong parut
1 mangkok kelapa parut
½ mangkok gula pasir
4 buah pisang nangka yang sudah masak, kupas dan biarkan utuh.
Daun pisang untuk membungkus
Pewarna makanan

Cara:
* campurkan singkong parut, gula pasir dan ½ mangkok kelapa. Kasih garam bila suka
* bagi dua campuran tadi, satu bagian diberi pewarna merah, satu bagian dibiarkan dalam warna asli
* kemudian bagi lahi masing-masing warna menjadi 4 bagian sama banyak.
* cara membungkus, ratakan satu bagian singkong warna merah di daun,  letakkan satu buah pisang di atasnya, lalu tutup dengan singkong warna asli. Padatkan, gulung daunnya dan bungkus serupa lontong. Demikian seterusnya sampai habis.
* kukus kurang lebih 30-45 menit. Kukus juga ½ mangkok sisa kelapa parut dalam wadah tahan panas.
* potong-potong setelah dingin, hidangkan dengan kelapa parut yang sudah diberi garam dan sedikit gula.

Sabtu, 14 Desember 2013

Arem-arem Mie

Yuuuk... masak lagi yuuuk...
Hehehehe kalau pakai istilah Ika DH, masak itu ibaratnya membuat legenda di rumah kita. Kalau kata mbak Tituk, masakan kita nantinya bakal dikangenin anak-anak kelak kalau mereka sudah pada jauh. *dan dikangeni teman-teman juga* kangen bolu tape mbak Tituk dan cake ketan hitam Sondang #kode :D
Masakan kali ini cukup mudah. Mungkin di luaran juga banyak yang jualan. Tapi karena jarang jajan, aku justru dikasih tau masakan ini sama ibu sebelah, pas ngobrol di tukang sayur. Katanya buat variasi karbohidrat untuk anak-anak dan juga anak mertua, bikinlah lontong mie ini. Boleh disebut lontong, tapi aku lebih suka menyebut arem-arem. Berdasarkan pengetahuan yang diturunkan ibuku cie... cie...lontong itu yang enggak ada isi sayur atau apalah di dalamnya. Sedangkan yang ada isinya di dalam, disebut arem-arem. Akan tetapi, berhubung aku membayangkan mengisikan sayur ke dalam tekstur mie kayaknya susah, yah sayurnya aku aduk-aduk aja campur mie.
Trus gimana dooong membuatnya ?

Bahan yang harus disiapkan :
* Mie basah kurleb ½ kg
* 2 genggam buncis/sekitar 20 buah -siangi dan potong jadi hampir kotak
* satu buah wortel ukuran besar, potong kotak kotak kecil juga
* satu mangkok kecil ayam suwir
* 3-4 telur sesuai persediaan di dapur  hehe
* daun pisang untuk membungkus

Bumbu :
* 4  bawang merah, 2 siung bawang putih, merica bubuk dan garam.
* minyak untuk menumis
* cabe rawit utuh bila suka.

Cara :
* tumis duo bawang sampai harum, tambahkan merica. Masukkan buncis, wortel dan ayam suwir. Setelah sedikit layu, tambahkan setengah gelas air dan garam. Aku pakai garam satu sdm karena buat nggaremin mie juga nantinya. Matikan kompor bila air sudah mendidih.
* Tuangkan tumisan sayur tadi ke dalam wadah yang berisi mie siap olah. Sengaja tumisnya masih berkuah agar lebih mudah saat diaduk. Aduk rata, tambahkan telur. Aduk lagi supaya telur menyebar.
* Bungkuslah campuran tadi seperti bungkusan lontong atau arem-arem. Tambahkan cabe rawit utuh bila suka. Kalau dirasa ribet mbungkusnya,  mau dibungkus model bungkusan lemet/ketimus, nagasari atau di-tum ya boleh boleh aja. Suka-suka ratu dapurnya.
* Kukus kurang lebih 20 menit.
Udah deeeeh....