Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi
Tampilkan postingan dengan label kain perca. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kain perca. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Oktober 2015

Rompi untuk Penampilan Yang Beda

Ceritanya awal bulan ini Alhamdulillah aku punya gadget baru. Bukan semacam hp, ipad, tab dan sebangsanya, melainkan mesin jahit yang sudah lama aku idam-idamkan. Itu belinya 'nggak sengaja' banget deh. Pas Juli kan Syamil Quran open table di Hypermart BIP, otomatis setiap aku dapat pesanan My First AlQuran, Quran Tikrar atau buku buku lain, aku ambil ke Hypermart. Nah di sebelah stand Syamil itulah, si Singer juga lagi open table. Waktunya sama kayaknya, sekitar sebulanan. Aaaah....tidaaak.
Mesin itu seperti melambai lambai dan berkata : ajak aku , ajak aku (lebay).
Awalnya aku nyobain jenis jenis jahitannya, trus berikutnya nanya nanya harga, trus datang berikutnya nanya nanya sistem pembayaran , hahaha ya terang aja si Bapak yang jaga ngejar aku kaaan... Mungkin udah terlihat di sinar mataku, wajah mupeng tingkat pulau Jawa.
Akhirnya yaaa.... Jeng jeng jeeeng....dengan satu kalimat : "ibu boleh DP-in berapa aja, nanti sisanya bisa kapan aja kalau Ibu udah siap, bersamaan dengan dianter mesinnya" Takluuuuk deeeh... Aku bilang September kirim.
Tapi karena September ada pengeluaran yang cukup besar akhirnya mundur ke awal Oktober. Dan aku nggak dikejar kejar lhooo... Asyiik kaaan...

Nah tau sendiri pas mesin jahit udah datang, tangan gatal dong mau njahit ini itu. Aku keluarin plastik-plastik isi perca. Kebetulan aku dapat kain sisa dari njahitin gamis dari sarung di padu padan sama kain polos. . Eh lha kok di dalam plastik itu isinya perca sarung pleus kain polosnya udah ngebentuk pola badan depan belakang. Hihi akhirnya aku kepikiran membuat rompi. Eh kok masih ada sisa kainnya, akhirnya rompi dibuat berlengan gitu. Nah pas aku pakai gamis pleus rompinya, temen temen pada komen, katanya penapilan jadi beda hehehe
Mau lihat  ?

Rabu, 11 Desember 2013

Tas dari Kain Perca

Bulan lalu mbak Fathimah dapat tugas membuat prakarya di sekolahnya.
Aku ngusulin beberapa seperti tempat pensil, boneka kaos kaki, ataupun lukisan di botol kaca/gelas. Dia enggak mau katanya itu tugas anak-anak banget. Yaelah... tugas anak gede seperti apa siiih... *mbatin doang

Setelah googling-googling, dia bersama sahabatnya sepakat membuat tas selempang berbahan kain perca. Aku nggak tanya link-nya, jadi aku nggak bisa share di sini ya...
Biasa aja sih sebenarnya..
Awalnya kain perca dipotong bulat sesuai ukuran yang dikehendaki. Punya Fathimah diameternya sekitar 10cm.
Setelah itu, sekeliling pinggiran kain bulat itu dijelujur, terus ditarik sehingga membentuk bulatan yang lebih kecil. Kemudian bulatan - bulatan kecil itu disusun, dengan dijahit jelujur sama Siti-sahabat mbak Fathimah.
Aku cuma lihat saja.. pengennya sih mengarahkan agar perca itu disusun membentuk sebuah motif baru. Tapi ya sudahlah, kan nanti jadi enggak asli karya mereka deeeh...




Salam Kreatif !

Kamis, 04 Oktober 2012

Set Ungu untuk Mejamu

Semangat pagi para pecinta craft ! Selamat bertemu kembali dengan saya ...*sokpenting...
Setelah beberapa kali posting soal ngoprek dapur, akhirnya hari ini saya bisa menampilkan kreasi lagi dari kain perca. Kenapa saya sebut kain perca ? Karena saya mendapatkan potongan potongan kain ini dari teman yang seorang penjahit. Jadi maap sajah, kalau perpaduan warna dan jenis kainnya mungkin terlihat memaksa :D

Kali ini saya mendapat kain lurik seperti tenunan begitu. Dan alhamdulillah, ada masih sisa kain organdi (kalau gak salah namanya itu...) warna ungu juga.
Maka potong potong potong, sambung sambung sambung... akhirnya jadilah seperti ini.

si ungu untuk menjamu tamu
 Terdiri dari :
- sebuah tempat tisu (tapi ini untuk tisu yang kecil ya... yang kemasannya persegi)
- satu buah alas table mate untuk piring kecil
- dua buah tatakan gelas


Berhubung aku lagi dapat pinjaman mesin jahit, maka untuk kali ini aku pakai mesin jahit. Tapi tetap saja, dalam hal memasang bisban ungu itu, bagian dalamnya aku pakai mesin jahit, giliran bagian luar aku som pakai tangan (hihi....takut nggak rapi soalnya).
Karena warnanya ungu gelap, maka aku pasangin manik manik ungu+hijau terang agar sedikit ceriaa...(eh.. hijaunya atas saran anakku, tadinya aku pake ungu doang).

Tadinya sih, ini mau buat hadiah kopdaran sama seorang blogger yang mencintai ungu, tapi kopdarnya tertunda karena anaknya jatuh. :(.  Akhirnya sampai saat ini masih parkir manis di tas punggungku.

Nah, kira kira suguhan apa ya... yang pas untuk itu.. hmm.. bagaimana kalau semangkuk salad dan dua gelas jus mangga... slurp....
Selamat menikmati !

Salam Kreatif !

Senin, 27 Agustus 2012

Obat Kangen : Tempat Tissue

Obat kangen
Ya, obat kangen setelah sebulan lebih nggak posting
Setelah sebulan lebih nggak membuat sesuatu yang 'berarti'. Blog dibiarkan tanpa pembaharuan. Kain perca, benang benang, pita pita, semua dibiarkan.

Nah, minggu kemaren ada teman lama yang sudah lammmmaaa sekali nggak ketemu karena pindah ke Sumatera. Dia ngajak ketemuan. Pokoknya harus nyempetin ketemuan.
Berhubung akunya masih dalam rangka istirahat setelah gejala tipes ramadhan kemaren, aku minta ketemuan di tempat yang dekat.
Akhirnya kami ketemuan di KFC ujungberung. Dia bawa anak pertamanya, Faishal yang udah hampir 3 tahun. Aku bawa F4 dan F5. Tadinya mau ketemuan sama suami-suami, tapi berhubung suami suami sibuk dengan urusannya, akhirnya gak jadi sama suami.

Ternyata, oh ternyata, dua jam berlalu begitu saja. Nggak kerasa ketemuan dari jam sepuluh sampai adzan dzuhur berkumandang. Waktunya pulang. Dan akupun mengeluarkan kenang kenangan yang kujahit dengan sepenuh cinta dan kerinduan pada seorang sahabat.
Inilah dia...


Salam Kreatif !

Minggu, 27 Mei 2012

Mengabaikan Dress Code !

Aku paling gagap kalau disuruh ke pesta. Kenapa ? Pertama karena memang kurang suka keramaian dan kebisingan, kedua eh karena kehendak Allah dapat suami juga kok ya orang rumahan. Suusssaaaah banget di ajak kondangan sekalipun. Akhirnya ya.. akupun nggak punya baju pesta. Koboy gitu lho..

Jadi kalau dihitung hitung dalam seumur hidupku ini aku baru bikin kebaya 2 kali. Itupun kebaya panitia. Yang satu pesta saudara di Bandung. Warnanya kuning. Dipakai cuma di pesta itulah, sama Kartinian di kantor setahun lalu. Kedua pas nikahan adik ipar. Warnanya pink, ini sering aku pake, karena warnanya lembut banget. Baju andalan bisa dikatakan.

Nah, pekan lalu, tiba tiba saja dapat udangan acara pesta yang benar benar pesta. All Star Celebration dari T*pperw*re. Hadoooh.. Dress code-nya fantastic fun. Klu-nya dikasih, dandan mode 70-an gitu, pake cutbray (bener nggak nulisnya) rambut keriting model kribo getoo.. Nggak deh yaa... Nggak gue banget. Maka dengan nekad aku cuma membawa gamis hitamku dan kerudung ungu. Untuk sedikit menambah kesan "gila" aku bikin bros bunga besar warna ungu + hijau ditambah dua selendang warna senada.
kedua benda ini masih tetep ya.. berasal dari kantong kain percaku *ogah modal

Dan akhirnya dua benda itulah yang menjadi nilai tambah gamis hitamku.
Kelihatan nggak si bunga dan selendang ?
Coba deh ya.. sekarang bandingkan dengan kostum ibu direktur distributor Bandung yang aku sempat foto berdua
Bu Sofi ini aslinya pake kerudung. Beliau menutupi kerudungnya dengan wig dan selendang bulu.
Berikut ini adalah foto bu Sofi secara utuh yang aku curi dengan semena mena dari mamang mamang paparazzi yang suka tau aja di mana ada keramaian.
Ibu Direktur beserta suami
Kenapa aku tampilkan gambar ini ? Karena bikin aku nyesek. Kreatifitasnya itu lho.. (Banyak sih yang pake gini. Nggak tau siapa yang ngajarin.)

Asal tahu aja, Ibu Sofi itu aslinya nggak ganti kostum, Beliau tetap memakai celana panjang dan blazer acara training di siang harinya. Dan  beliau cuma menambahkan si rumbai rumbai bak cut bray itu di lutut dan di siku. Jadi cuma kain yang dineci, dijahit bentuk pipa gitu, trus salah satu sisinya dikasih karet. Lalu tambahkan wig serta selendang bulu. Tadaaa....

Salam Kreatif !

Minggu, 13 Mei 2012

Flowery Pouch

Hihi..lagi seneng bikin kanton serut.
Setelah kemarin membuat kantong serut sebagai bagian dari jualan salah satu produk plastik yang aman, dan baru juga upload langsung sold sore harinya.. haha.. aku senang sekali.
Maka di libur akhir pekan ini, di sela sela aku nyelesaiin syal yang belum jadi tea, aku buat kantong serut lagi. Kali ini juga buat si produk plastik lagi. Buat si square away atau si small square.
Pas lah.. buat bekal.
Tapi maaf ya.. ini juga udah ada yang punya...
yang ini warnanya lebih berani. warna warni bunga dan tusuk feston dengan benang merah

 Salam Kreatif !

Selasa, 03 April 2012

Kantong Serut Bolak Balik

Awalnya iseng iseng bikin kantong serut ini untuk door prize acara silaturrahim akhwat.
Keunikan kantong ini adalah, bisa dibolak balik. Kalau lagi suka sisi dalamnya yang kotak kotak tinggal dibalik. Atau suka pakai sisi polosnya, ya dibalik lagi aja..
 
Pas lihat kantong ini, eh ada akhwat lain yang  minta dibikinin juga untuk kantong  nursing covernya. Dia tunjukkan si nursing cover yang katanya kemana mana masih dibawa bawa sama dusnya karena nggak punya wadahnya.
jadilah kubuat si kantong bolak balik ini sekali lagi..

kali ini sisi polosnya aku pasangin kancing bentuk ikan dan beberapa payet sebagai pemanis
Semoga suka ya, Fera !
Salam Kreatif !

Minggu, 01 April 2012

Taplak kain perca

Belum menampilkan hasil kreasiku
Kali ini adalah hasil kreasi anak anakku, diajarin sama ibu guru disekolah.
Aku sendiri sudah sedikit lupa dengan barang ini, hanya saja, pas kemaren ada market day di sekolah, barang-barang prakarya anak anak, dilelang dan dibeli oleh orang tua masing masing
Taplak ini dibuat dari pinggir.
Mula mula, gunting kain perca bentuk bujur sangkar 10x10cm, kemudian dilipat menjadi dua /bentuk segitiga sama kaki. Kemudian segitiga itu dilipat lagi menjadi bentuk seperti dipinggiran kain tsb.
Lalu dijahitkan ke kain yang agak tebal. (anak anak pakai kain keras yang sering dipakai sebagai lapisan krah baju)
Demikian dijahit satu persatu sampai beberapa lapis. Setelah dirasa cukup, baru ditempel kain.
(btw mirip bikin keset depan pintu yah..)
Nah, mereka ternyata memasang payet sebagai hiasan. Ini payetnya dilem, bukan dijahit.
Gampang ya ?

Salam Kreatif !

Senin, 26 Maret 2012

(Bukan) Tuto bikin Selimut

Nggak pede bikin tuto, ini cerita aja, proses aku bikin selimut (lagi).
Sebelum mulai siapkan alat alatnya
-gunting
-benang
-jarum jahit
Bahan :

-kain sesuai ukuran selimut yang akan dibuat (disini aku pake kain sisa sisa)
-dakron sebagai lapisan

Nah ceritanya begini
1. Pertama tama, aku kira kira bentuk selimutnya bakal seperti ini

2. Sambung tiap bagian dengan cara dijelujur di bagian dalam(bagian kiri), kemudian di jahit ulang dengan tikam jejak di bagian luarnya.(seperti potongan sebelah kanan)

3. Setelah disambung semua, tampaklah seperti ini

4. Potong dacron 1-2 cm lebih lebar dari bahan selimut di atas, dan potong kain lapisan bagian dalam lebih lebar 3-5 cm dari potongan dacron

5. Kemudian lipat kain lapisan dalam ke bagian atas selimut, hingga dacron tertutupi. Jahit dengan tikam jejak (tapi kecil kecil ya.. jaraknya)

6. Jahit sekeliling sampai selesai seperti ini
6. Sebentarrr.. satu step lagi, karena pemakai selimut ini adalah pasangan muda yang kesana kemari pakai motor, aku buatkan tudung kepala seperti ini. Susun dacron,. kain lapisan bawah dengan sisi bagus menghadap ke atas, kemudian kain kotak kotak dengan lapisan bagus menghadap ke bawah. Jahit jelujur sekeliling, sisakan sekitar 10 cm, kemudian balik. Posisi jadinya dacron ada di dalam. Tutup bagian yang belum dijahit dengan jelujur. Kenapa cukup jelujur ? karena saya akan menjahit keliling dengan tusuk feston.

7. Setelah dibalik, rapikah sisi alas segitiga dengan tusuk feston, dan tempelkan sisi sisi segitiga ke selimut yang sudah jadi dengan tusuk feston juga.


8. Terakhir, jahit pas sambungan tengah, selain untuk memperkuat, juga untuk memberikan siluet bentuk seperti ini


Salam Kreatif !

Kamis, 23 Februari 2012

The Shape of Purple

Weiss, judulnya nggaya amat ya..
Alhamdulillah, akhirnya selesai juga proyek kain perca ini.
Sebenarnya nggak sengaja membuat ini.
Dua minggu lalu pas aku ambil jahitan di ibu langganan, aku dapat satu kantong plastik kain perca. Semangat dong !
Sampai di rumah aku bongkar, dan aku pisah pisahkan sesuai kelompok warnanya.
Nah, ternyata dapat warna ungu agak banyak. Dan tiba tiba saja keidean bikin bentuk seperti ini. Maklum kainnya juga berbagai bentuk. (namanya jg kain sisa ya...)

Dan .. karena ini kumaksudkan untuk dikirim untuk bayi sahabatku tersayang , untuk bagian belakangnya aku katun baru yang aku beli. Warnanya biru.
Matching nggak sih ?


Salam Kreatif !

Jumat, 04 November 2011

Tempat Tisu

Beberapa hari yang lalu aku membongkar perca yang ada di rumah. Sebab utamanya sih karena si Mesin Jahit mau dikembaliin. (iiih...lammma banget pinjemnya yah...). Bikin apa ya.. biar ada kreasi lagi. Aku terpesona potongan kain sarung semacam songket gitu, warnanya sedikit bling bling, dan kok ya kebetulan ada bisban warna merah juga. Langsung aku terfikir untuk membuat tempat tissue, spesial untuk teh Reni yang punya mobil baru warna merah. Paaas banget, warnanya. Tapi sayang, setelah ngubek ubek persediaan benang, ternyata aku nggak punya benang merah. Ya sudah akhirnya bisban aku jahit pake mesin hanya di sisi yang tidak kelihatan, untuk finishingnya aku tetap pakai jahit tangan. Inilah penampakan tempat tissu itu..
Dan berhubung aku buatnya tanpa ukuran, aku langsung cobain kalau ada tissu di dalamnya.
Semoga Teh Reni suka menerimanya...

Kamis, 20 Oktober 2011

Kaos Faiz

Tante Tri yang baik , memberi dua buah kaos putih bersih untuk si calon mantunya. hehe.. Sayang banget kaos dibiarkan merana tanpa warna gitu, akhirnya karena (waktu itu) lagi mode kaos kaos bertuliskan sesuatu, maka aku bikin saja tulisannya dengan kain felt yang disulam tusuk feston.

Mau lihat mau lihat ?
Iki lhoo...


mau lihat dipakainya ?


ganteng kan ? ganteng kan ?
I Love Ummi-nya gak ada foto. hehe

Jumat, 05 Agustus 2011

Selimut Perca

Sebenarnya sudah lama aku menyimpan satu kantong plastik kain perca dari penjahit langganan. Awalnya, ingin membuat selimut untuk Mbak Fathimah. Sehingga prosesnya pun aku jelujur berdua dengan mbak Fathimah, anak pertamaku. Sudah dijelujur, disambung sambung, tapi akhirnya cuma digeletakin sekian lama tanpa penyelesaian. Sebabnya, karena aku ragu, di dalamnya mau diisi busa apa dacron. Kata ibu pemilik konfeksi dekat rumah, lebih enak diisi dacron. Tapi aku belum tahu belinya dimana.
Kalau busa, aku udah pernah lihat yang jualnya di pasar Kosambi belakang, tapi kalau dacron belum tahu. Emang dasar nggak niat nyari kali ya.. Bandung gitu lho...

Beberapa waktu kemudian, Pas aku main ke Toko Tulip, ada dacron gulungan di toko itu, sekalian aja aku beli. Jadilah selimut mbak Fathimah itu aku selesaikan.
Di bagian kain perca, aku jelujur bolak balik, di dalam pas sambungannya dan di luar juga di jelujur lagi.
Untuk kain pelapis di bagian belakang selimut, aku pake sprei bekas yang sudah bolong tengah, kubuang tengahnya, kupake pinggir pinggirnya.
Cara pemasangannya adalah, kain di bagian bawah lebih lebar dari sambungan perca, lalu dilipat ke depan. Dan dijahit dari depan.
Beginilah penampakannya...


Setelah penasaran dengan hasil selimut pertama yang sambungannya tanpa motif, aku coba coba lagi buat selimut berikutnya. Kali ini dengan pola sedikit lebih teratur. Tapi untuk penyambungan percanya, aku cuma jelujur belakang.
Kain di bagian belakang, aku pake kain bedong Faiz yang sudah tidak terpakai.
Benar benar memanfaatkan barang bekas.
Untuk pemasangan dacron aku pake cara yang berbeda, kali ini kain belakang dan kain sambungan perca sama besar, kemudian di pinggirnya aku tutup seperti list pakai kain putih.
Beginilah penampakannya..




Oya, kenapa semua penjahitan aku jelujur? karena aku belum punya mesin jahit. hehehe.. nganggur banget yaks....