Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi
Tampilkan postingan dengan label barang bekas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label barang bekas. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Oktober 2015

Tas Dari Bungkus White Coffe

Buat teman-teman IG mungkin dah tahu bahwa salah satu aktifitasku adalah ikut Sekolah Ibu di sekitar rumahku.

Selain mendapatkan materi parenting, kesehatan, psikologi, maupun materi agama, di Sekolah Ibu kami juga endapat pelatihan membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.
Nah salah satunya adalah membuat tas dari bungkus kopi.

Akan tetapi karena buatku itu sulit, sulit dalam pengumpulan bahan, sulit juga dalam menjaga kesabaran alias konsistensi nglipet satu demi satu bungkus kopi, maka aku nggak sungguh-sungguh dalam mempelajari topik ini. Bandel yaaaa... Hahaha

Nah tapi nggak papa kaan kalau aku pamer hasil karya ibu-ibu lain di sini ?

Selasa, 21 Oktober 2014

Tempat Pensil dari Botol Bekas

Assalamu'alaikum teman teman.... bagaimana kabar kalian ? Maafkan kebandelanku yaaa... lama tidak menyapa teman-teman semua melalui postingan di blog ini.
Selain karena kendala teknis -gadget rusak, ga da waktu, dsb- ya emang akhir-akhir ini juga lagi males bikin - bikin apaaa... gitu.
Sekalinya bebikinan, eh, males juga foto-fotonya.
Ya tapi sebenernya jauuuh.... di dasar lubuk hati yang terdalam, kangen juga nulis di sini. Xixixi jadi seperti menggalau ya..

Baiklah teman, sesuai judul di atas, ini adalah tempat pensil yang dibuat dari botol air mineral. Ini bukan buatanku ya.... aku kan lagi terserang malas tea, ini adalah buatan mbak Fathimah. Ini murni karya dia, aku cuma ngeliatin aja dia bikin ini.

Alat dan Bahan :
* botol bekas air mineral
* cutter
* cat minyak + kuasnya tentu saja

Cara Membuatnya :
* buang plastik pembungkus botol, potong dengan menggunakan cutter dengan tinggi sesuai selera.
* cat bagian luar botol dengan motif yang teman-teman suka. Mau batik, mau bunga, dsb. Di sini mbak Fathim cuma ngecat gitu aja.
* Biarkan kering dan wadahpun siap digunakan.

Kamis, 14 November 2013

Boneka Tangan dari Kaos Kaki

Kali ini aku mau posting tentang prakarya anakku. Udah lama ya... enggak posting beginian. Postingan dengan label karya anakku atau prakarya itu aku niatkan buat dokumentasi. Soalnya kalau sudah dikumpulkan di sekolah, belum tentu hasil karya akan kembali. Kalau karya bagus/unik malahan biasanya enggak pulang, karena disimpan di sekolah untuk dipamerkan di acara project school. Minimal ada gambarnya laah, jadi tanda bahwa mereka pernah bikin sesuatu.

Ini buatan Firda-kelas 4. Boneka tangan dari kaos kaki. Cuma ditempel-tempel flanel gitu, buat wajah dan 'baju'nya. Sedangkan rambut dari benang wol. Itu potongan rambutnya new look, trend 2014 nanti :D
Maklum aja... kalau si Teteh ini memang belum kelihatan bakat crafty-nya. Dia mah senengnya nulis dan cerita

Kamis, 11 Juli 2013

Menyambut Ramadhan

Saya tidak sedang mengungkapkan  keutamaan menyambut Ramadhan dengan suka cita. Pasti sudah banyak di antara teman-teman yang mengetahuinya.

Sudah menjadi kebiasaan keluarga kami, menghias rumah dengan berbagai pernak pernik untuk menandai datangnya bulan ramadhan. Ini juga semacam reminder .. agar mengisi bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik baiknya.

Awalnya dulu hanya saya dan suami yang membuat. Seiring anak anak tumbuh, mereka ikut serta membuatnya. Kali ini saya dibantu Ayuk, Teteh dan Faiz untuk membuatnya.
Kali ini kami menggunakan katalog produk yang sudah lewat bulan dan juga kalender bekas.
Katalog digunting segitiga lalu dihekter ke tali/benang kasur. Sementara tulisannya ditempel di bagian belakang kalender bekas yang warnanya putih.

Nah teman-teman, selamat menjalankan ibadah puasa. Semoga sukses program ramadhan-nya.

Salam kreatif

Rabu, 27 Februari 2013

Partai Kreatif Sekali jilid 2

Gegap gempita pemilihan kepala daerah Jawa Barat, menyisakan beberapa catatan gambar dalam hatiku hapeku. Kok dalam hape ? Iyah, soalnya aku dapatkan dari DP kontak bbmku. Lucu lucu.... enggak salah salah amat, kalau aku pernah menyebut mereka partai kreatif sekali. Kader-kadernya itu lho... ada saja idenya.
Ringan, semacam 'keusilan' gitu. Tapi terlepas dari itu semua, tetep aja dibutuhkan ide, waktu dan tenaga untuk ngulik.
Kalau aku pasang sebelum pemilihan, mungkin aku dibilang kampanye. Tapi karena sekarang udah lewat masa kampanye ya.. jadi nggak bisa dibilang aku kampanye yaa... hehe
Daan maap aja kalau gambarnya hanya  salah satu kandidat, lha dari sekian puluh kontakku tuh, nggak ada yang terang terangan masang gambar siapa yang mereka dukung selain para pendukung kandidat ini.. jadi ya.. adanya  cuma ada gambar beliau berdua ini.





ketiga gambar di atas beredar sebelum ada nomor urut calon. Lucu ya.. kayaknya ada andil DeMiz yang sutradara, dari ketiga gambar itu aku suka yang tengah. Oh ya..
katanya lengan digulung simbol kandidat ini siap kerja





tiga gambar ini muncul selama masa kampanye, tapi aku paling suka sama tiruannya Matrix. Kang Aher tampak ganteng *ehm *langsung nundukin pandangan dan Pak Demiz tampang adem


kalau yang ini aku lihat di DP temenku di malam pemilihan. Hihi lucu aja ngebayangin Kang Aher lari dikejar Pak Demiz
Nah kalau yang ini aku lihat pas hari H. Setelah televisi menyiarkan hasil hitung cepat lembaga survey
Ngomongin soal kreatifitas, sebenarnya aku sudah pernah mendengar kisah kreatifitas mereka. Dari dulu ya.. Salah satunya ketika jaman ekonomi susah dulu (belum pake sejahtera), aku punya temen akhwat yang ngumpulin kerudung bekas warna putih dan kaos polos warna apa saja buat disablon lambang partai. Satu kerudung jadi 4 bendera katanya. Dipasang di mana mana.
Kalaupun ada kaos baru, dikasihnya ke orang yang memang 'butuh kaos', jadi bakal sering sering dipake. Trus dikasih ke Mang Parkir, biar kalau dia pake banyak yang lihat :P
Atau dikasih abang becak, jadi dipake keliling-keliling.  Kreatif kan ya ?

Nah di jaman serba canggih kayak sekarang, teknologi bisa membantu kita / memudahkan kita  membuat sesuatu, memudahkan juga menyebarkannya lewat jaringan media sosial. Contohnya antara lain ya gambar - gambar seperti ini.

Mau jadi kandidat juga ? Ayo kreatif !


Salam Kreatif !

Rabu, 05 Oktober 2011

Like Mother Like Daughter

Dari sekian banyak anakku (hallaaaaah..lebay pisan), hehe.. iyah, maksudnya dari lima orang anakku, yang sudah kelihatan suka ngulik baru anak yang pertama. Mbak Fatimah. Beberapa waktu yang lalu dia mau aja ketika kusuruh latihan melukis di kain, nantinya mau dibuat tas. Tapi sampai sekarang belum jadi jadi juga si tas tea.

Nah, pas aku ultah Juni kemaren, si Mbak kasih aku hadiah. Hadiahnya sebuah tempat pensil berdiri, yang dilukis dengan gambar pemandangan a la anak SD. Medianya adalah karton tebal yang sudah berbentuk kaleng gitu. Dia pake cat akrilik.
Ini penampakannya


Tak lupa dia juga membuat kartu ucapannya dengan tema senada:



Isinya ? Yah selamat ulang tahun, semoga panjang umur dan dibanyakin rejekinya. Amiiiinnn...

Anehnya, waktunya itu hampir barengan sama postingan Hayano Handmade yang ini. Anak SD banget yah ? (hihi anakku kelas 1 SMP waktu itu)

Jumat, 30 September 2011

Sekeranjang Kucing dari Kaos Tangan Bekas

Sebenarnya agak ragu ragu posting ini, karena gambarnya nggak begitu jelas. Gambar diambil pakai hape berkamera VGA. Tapi rasanya sayang, karena karya ini hasil kolaborasi dengan Teteh Firda, anakku. Aku bantu sekian persen. Hehe..

Kucing kucing ini dibuat dari sebuah kaos tangan bekas. Adanya warna warni hitam putih. Yah aku pake saja.
Bahannya
Sebuah sarung tangan bekas
Dacron untuk isi
Satu buah silinder (bekas lakban,paralon, atau potongan botol aqua)
Ijuk (untuk kumis) kira kira 1.5 cm x 15 buah (1 kucing = 3 kumis ijuk)
Potongan kecil kain flanel untuk telinga dan hidung
Benang, dan Pita kecil untuk dasi kucing
Mata - mataan ukuran kecil juga
Lem Uhu
Pita lebar untuk hiasan keranjang

Cara membuat :
1. Bentuk kepala kucing dengan cara memasukkan dacron ke seluruh ujung jari kaos tangan. Setelah membentuk bulatan calon kepala, ikat dengan benang.Isikan lagi dacron di sisa jari untuk badan kucing.
2. Tempelkan telinga, hidung dan mata di kepala kucing. Ikat juga pita dasi kucing.
3. Pasang kumis dengan cara menyelipkan ijuk ke kaos tangan, bila bergoyang goyang, tambahkan lem uhu.
4. Masukan silinder bekas lakban ke dalam sarung tangan, atur kucing kucing di dalamnya.
5. Pasang pita di sekitar silinder yg sudah masuk tadi. Jadilah dia.

Kurang lebih beginilah penampakannya


Ini keranjangnya, setelah silinder masuk kaos tangan. Tapi lupa ternyata pas ngambil gambarnya belum kupasangin pita



Lumayan kaan.. untuk prakarya anak kelas 2 SD ?

Jumat, 05 Agustus 2011

Selimut Perca

Sebenarnya sudah lama aku menyimpan satu kantong plastik kain perca dari penjahit langganan. Awalnya, ingin membuat selimut untuk Mbak Fathimah. Sehingga prosesnya pun aku jelujur berdua dengan mbak Fathimah, anak pertamaku. Sudah dijelujur, disambung sambung, tapi akhirnya cuma digeletakin sekian lama tanpa penyelesaian. Sebabnya, karena aku ragu, di dalamnya mau diisi busa apa dacron. Kata ibu pemilik konfeksi dekat rumah, lebih enak diisi dacron. Tapi aku belum tahu belinya dimana.
Kalau busa, aku udah pernah lihat yang jualnya di pasar Kosambi belakang, tapi kalau dacron belum tahu. Emang dasar nggak niat nyari kali ya.. Bandung gitu lho...

Beberapa waktu kemudian, Pas aku main ke Toko Tulip, ada dacron gulungan di toko itu, sekalian aja aku beli. Jadilah selimut mbak Fathimah itu aku selesaikan.
Di bagian kain perca, aku jelujur bolak balik, di dalam pas sambungannya dan di luar juga di jelujur lagi.
Untuk kain pelapis di bagian belakang selimut, aku pake sprei bekas yang sudah bolong tengah, kubuang tengahnya, kupake pinggir pinggirnya.
Cara pemasangannya adalah, kain di bagian bawah lebih lebar dari sambungan perca, lalu dilipat ke depan. Dan dijahit dari depan.
Beginilah penampakannya...


Setelah penasaran dengan hasil selimut pertama yang sambungannya tanpa motif, aku coba coba lagi buat selimut berikutnya. Kali ini dengan pola sedikit lebih teratur. Tapi untuk penyambungan percanya, aku cuma jelujur belakang.
Kain di bagian belakang, aku pake kain bedong Faiz yang sudah tidak terpakai.
Benar benar memanfaatkan barang bekas.
Untuk pemasangan dacron aku pake cara yang berbeda, kali ini kain belakang dan kain sambungan perca sama besar, kemudian di pinggirnya aku tutup seperti list pakai kain putih.
Beginilah penampakannya..




Oya, kenapa semua penjahitan aku jelujur? karena aku belum punya mesin jahit. hehehe.. nganggur banget yaks....