Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi
Tampilkan postingan dengan label boneka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label boneka. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Mei 2014

Dress Rajut

Kalau teman-teman pengen tahu sejak kapan aku belajar merajut, jangan kaget ya... kalau aku katakan bahwa aku merajut sejak SD. Di bawah kelas 5 SD malah. Kapan persisnya aku lupa. Mungkin kelas 3 atau 4. Tapi momentumnya enggak akan salah. Yaitu pindah ke rumah sendiri.
Pindah ke rumah sendiri itu saat aku kelas 5. Padahal sebelum pindah ke rumah sendiri ini aku sudah merajut.
Yang aku ingat adalah membuatkan dress untuk barbie-barbie kedua adik perempuanku.
Saat itu aku memakai benang wol karena murah dan mudah didapat. Lagipula karena tipis, jadi dressnya lebih 'jatuh'.
Trus karir rajut berikutnya adalah membuat topi buat adik. Kalau yang ini aku cuma nerusin bikinan ibu. Pas finishing ya sama ibu juga.
Abis itu berhenti. Pindah ke bikin bunga-bungaan, menyulam dan menjahit. Agak gede lagi malah ninggalin itu semua dan banyak main hehe

Nah kembali ke judul ya...
Kemarin ingat untuk bikin dress lagi karena lihat postingan sepatu barbie punya Lulu.
Ya ampuuun .... lebih dari 100 boooo sepatunya.
Akupun jadi ingat barbie abal abal milik F4. Daaan.... tadaaa... langsung kepingin bikin bajunya. Sekaligus mau nggodain Lulu.
Napsu banget bikin dress ini. Sampai-sampai tas Tante Tyke dibiarin sebentar. Yaaa... tapi bukan semata karena dress sih... ini lebih karena patah hati benangnya habis. Udah beli sebenarnya, mungkin karena faktor pencahayaan, benang yang terlihat sama saat dibeli itu, pas dirajutin ke tas Tante Tyka kok ternyata warnanya bedaaaaa... *gemess
Ya sudahlah... kita menghibur diri dulu ngerjain yang lain.

Mau lihat penampakan baju barbie dari rajutan ?

Kamis, 14 November 2013

Boneka Tangan dari Kaos Kaki

Kali ini aku mau posting tentang prakarya anakku. Udah lama ya... enggak posting beginian. Postingan dengan label karya anakku atau prakarya itu aku niatkan buat dokumentasi. Soalnya kalau sudah dikumpulkan di sekolah, belum tentu hasil karya akan kembali. Kalau karya bagus/unik malahan biasanya enggak pulang, karena disimpan di sekolah untuk dipamerkan di acara project school. Minimal ada gambarnya laah, jadi tanda bahwa mereka pernah bikin sesuatu.

Ini buatan Firda-kelas 4. Boneka tangan dari kaos kaki. Cuma ditempel-tempel flanel gitu, buat wajah dan 'baju'nya. Sedangkan rambut dari benang wol. Itu potongan rambutnya new look, trend 2014 nanti :D
Maklum aja... kalau si Teteh ini memang belum kelihatan bakat crafty-nya. Dia mah senengnya nulis dan cerita

Jumat, 21 Oktober 2011

Produk Gagal (socks doll)

Beberapa waktu lalu aku lihat pola tuto di webnya Dita. Gambar tutonya jelas banget, yakni membuat boneka monyet dari kaos kaki.
Dengan pede aku corat coret kasar si pola.
Keesokan harinya aku beli kaos kaki yang digantung gantung seharga tiga rebuan di warung dekat rumah. Dengan senang hati teh Iffon membagiku setengah kilo dacron untuk mengisi boneka.

Maka mulailah aku gunting sana gunting sini. dan jahit dengan jelujur sekuat yang aku bisa hehehe...
Semua sudah dikerjakan . Tadaaaa.... ternyata jadinya.... mengecewakan !.
Tidak seperti contoh yang diberikan. Bandingkan antara yang kiri (punyaku) dan yang kanan (contoh Tuto). Jauh banget kaaan ??



Setelah chat sama Cemprut, ternyata itu karena kaos kaki yang kupakai tidak ada bentuk tumitnya. Sehingga bentuk boneka yang dihasilkan jadi berbeda sama contoh. Iya sih, aku jadi kesulitan membentuk bokong sama hidung si monyet. Btw, itu hidung monyet rada bocor karena digigit tikus. Kok bisa ? Bisa aja kalee...
Mungkin pas dimain mainin anakku, tangannya bekas gorengan atau bekas pegang makanan apa, baunya masih tertinggal, sehingga membuat tikus jatuh cinta. Hihi..
Oya, aku juga nggak tau bagaimana cara membentuk leher gitu. Jadi aku ikat pake tali. Trus ekor monyetku kayak kegemukan yah..
Eh hampir lupa, satu kesulitan lagi, tutonya bahasa Inggris, jadi aku kira kira saja menerjemahkannya.