Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi
Tampilkan postingan dengan label syal. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syal. Tampilkan semua postingan

Kamis, 16 Februari 2012

Work In Process

Meski lama banget nggak posting hal hal baru, bukan berarti berhenti membuat sesuatu yang "baru". Saking lamanya sampai melewati 3 tahun baru. Tahun baru hijriah, tahun baru masehi dan tahun baru imlek. hehe.. lebay ya..

Entah kenapa, mungkin sudah dari sononya, keinginan untuk ngulik segala sesuatu itu selalu ada. Sebenarnya sebab utama macetnya kegiatan blogging adalah tidak tersedianya internet gratis lagi di tempat kerjaku yg baru. Internet ada, tapi berhubung tugasku sekarang di front office, nggak mungkin kan ya.. melayani customer sambil blogging. Akhirnya aku beli modem untuk mendukung kegiatanku (blogging, jualan, dsb)
Eh, kok jadi curcol.
Baiklah kita kembali ke topik utama, tentang beberapa hasil kreasi yang masih dalam proses. Beginilah gayaku yg bosenan, klo bikin sesuatu nggak langsung jadi, tapi gonta ganti beberapa hal dalam satu periode..


Ini selimut perca yang belum jadi, temanya ungu. Ukurannya kecil, untuk bayi.


Yang coklat calon syal dari benang yang keriting gitu, yang biru calon tas

Senin, 17 Oktober 2011

Syal buat mbak Ida

Mbak Ida adalah temanku yang baik hati dan tidak sombong. Beberapa bulan lalu dia promosi menjadi Kepala Seksi.
Meski sudah menjadi kepala seksi, mbak ida tetap baik sama kita kita lho... hehehe.. iyah, soalnya kita juga baik sama mbak ida. (halah !)

Aku membuat syal ini untuk mbak Ida. Karena masih riwa riwi naik motor maticnya. Syal dibuat dengan warna yang senada sama scoopy nya, yaitu coklat susu.
Aku pake bahan benang woll. Tadinya pengen nyari benang yang rumbai rumbai gitu, dan lembut. Tapi belum tahu tokonya. karena Toko Tulip sudah tutup dan aku malas belanja di toko online-nya. hehe
Atas saran teh Iffon pemilik toko tulip, aku pake dua warna yg dirajut bareng. Jadinya gradasi gitu.
Eh, pas aku ngrajut itu, aku lihat syal bikinan neng dita yang ini. Jadilah aku meniru (huhu.. meniru) untuk finishingnya.
Tapi sayang :( tiruannya jaaaauuuhhh.. sekali dari punya neng dita. Jauh panggang dari api.
Maaf ya Dit, aku belum punya ke khas-an dalam kreasiku.
Harap maklum, ada yang bilang kan proses kreatif itu dari berproses :
pertama niteni (memperhatikan)
kedua niroake (meniru)
ketiga nemoake (menemukan)
Semoga suatu hari nanti aku bisa menemukan sesuatu yang khas dalam kreasiku.

Mau lihat hasil rajutanku ? Inilah penampakan syal mbak Ida itu..



ini aku dan mbak Ida


Dipake ya mbak...

Senin, 10 Oktober 2011

Syal untuk Abi

Beberapa minggu terakhir di Bandung berasa dingin banget. Yah kalau sekarang sih udah agak telat kali yah, udah mulai hujan. Tapi nggak papa lah. Aku buat syal ini sebagai pengganti syal yang aku hilangkan eh, ketinggalan di sebuah seminar.

Terbuat dari benang (sejenis) woll gitu. Aku nggak tau namanya. Karena tinggal nunjuk di Toko Tulip.

Karena warnanya hitam, sebagai variasi aku buatkan lubang lubang yang membentuk motif seperti ini. Untuk sisi kanan dan kirinya aku buat semacam renda begitu. Dan di ujung ujungnya dikasih rumbai rumbai.


Seneng melihat doi memakai satu dua kali. Hihi.. akhirnya menyerah, katanya kependekan. (ah, mustinya aku tanya mbak google dulu, berapa sih standar panjang syal ??)