"Sego sak kepel dirubung semut opo hayooo....."
Itu salah satu teka-teki di masa kecil. Artinya : nasi sebesar kepalan tangan yang dikerubutin semut . Jawabannya salak. Hehehe...
Meski ngobrolin sego sak kepel, kali ini bukan dirubung semut ya... tapi dibalut kelapa parut.
Ya... ini tentang nasi ketan. Ini salah satu masakan favorit Abi. Kalau aku bikin, kadang Abi mau mbekel ke kantor. Waah... ini udah semacam pujian tak terucapkan laah...
Tapi sayang, akhir-akhir ini susah mendapatkan beras ketan di warung langganan. Alhamdulillah, iseng-iseng nanya, kemarin ada. Harganya sekilo 15rebu boooo..... gapapalah, daripada beli matengnya, seiprit 1500an.
Buat yang belum pernah membuat, begini cara yang aku pelajari dari ibuku :
Bahan :
* ½kg beras ketan, cuci bersih, rendam dengan air dingin sekitar 2 jam. Kalau udah niat bikin ya rendam aja semalaman gak papa.
Cuci sekali lagi, tiriskan.
* kelapa parut dari setengah butir kelapa, bagi dua.
* sedikit garam, gula dan daun salam.
Cara membuat :
* kukus beras ketan selama kurleb 30 menit.
* menjelang ketan diangkat, didihkan segelas santan dari ¼ kelapa. Bubuhi daun salam dan gula pasir satu sendok makan. Sisihkan.
* pindahkan ketan yang sudah dikukus ke dalam wadah yang tidak berlubang. Tuangi santan panas sedikit demi sedikit sampai santan habis. Diamkan sebentar. Beras ketan nampak sedikit membesar.
* tambahkan air ke dandang, kemudian kukus lagi ketan selama 30 menit. Jangan lupa kukus juga ¼ kelapa parut yang tersisa untuk teman makan nasi ketan.
* setelah ketan masak, angkat dan buat bulatan sebesar kepalan tangan, lalu gulingkan ke kelapa parut yang sudah dikasih garam.
Daaaan.... sego sak kepel pun siap dihidangkan.
Tips: untuk membentuk bulatan itu, sebaiknya saat ketan masih panas agar lebih mudah menempel. Caranya : bungkus tangan kita dengan serbet, lalu masukkan ke plastik. Baru deh membuat nasi kepel. Tanganpun gak bakal kepanasan.