Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Kamis, 04 Oktober 2012

Set Ungu untuk Mejamu

Semangat pagi para pecinta craft ! Selamat bertemu kembali dengan saya ...*sokpenting...
Setelah beberapa kali posting soal ngoprek dapur, akhirnya hari ini saya bisa menampilkan kreasi lagi dari kain perca. Kenapa saya sebut kain perca ? Karena saya mendapatkan potongan potongan kain ini dari teman yang seorang penjahit. Jadi maap sajah, kalau perpaduan warna dan jenis kainnya mungkin terlihat memaksa :D

Kali ini saya mendapat kain lurik seperti tenunan begitu. Dan alhamdulillah, ada masih sisa kain organdi (kalau gak salah namanya itu...) warna ungu juga.
Maka potong potong potong, sambung sambung sambung... akhirnya jadilah seperti ini.

si ungu untuk menjamu tamu
 Terdiri dari :
- sebuah tempat tisu (tapi ini untuk tisu yang kecil ya... yang kemasannya persegi)
- satu buah alas table mate untuk piring kecil
- dua buah tatakan gelas


Berhubung aku lagi dapat pinjaman mesin jahit, maka untuk kali ini aku pakai mesin jahit. Tapi tetap saja, dalam hal memasang bisban ungu itu, bagian dalamnya aku pakai mesin jahit, giliran bagian luar aku som pakai tangan (hihi....takut nggak rapi soalnya).
Karena warnanya ungu gelap, maka aku pasangin manik manik ungu+hijau terang agar sedikit ceriaa...(eh.. hijaunya atas saran anakku, tadinya aku pake ungu doang).

Tadinya sih, ini mau buat hadiah kopdaran sama seorang blogger yang mencintai ungu, tapi kopdarnya tertunda karena anaknya jatuh. :(.  Akhirnya sampai saat ini masih parkir manis di tas punggungku.

Nah, kira kira suguhan apa ya... yang pas untuk itu.. hmm.. bagaimana kalau semangkuk salad dan dua gelas jus mangga... slurp....
Selamat menikmati !

Salam Kreatif !

Senin, 10 September 2012

Pandan Cake with Strawberry Mousse

Setelah berhasil membuat cake coklat dengan mousse (apaan sih mousse ini, aku gak tahu bahasa Indonesianya, belum googling), maka aku penasaran mencoba coba bagaimana kalau itu diganti warna hijau (pandan), pink (strawberry) atau kuning rasa jeruk sesuai dengan rasa rasa "coklat" blok yang ada di toko bahan kue.

Lebih tertantang lagi ketika Tri si pengorbit resep ini di antara kita, ternyata sudah mencoba pake avocado (klo dia mah pake alpukat beneran, kalau aku kayaknya masih malas deeeh...)
Nah, seminggu dari ultahnya mba Nur mantan teman sebangku eh sebelah meja di kantor sebelumnya, baru aku sempat membuatkan kue. Kue apa ya.. Melihat bahan bahan yang ada akhirnya kuputuskan mencoba ini.

Resep aku dapat dari sini.

untuk setiap layer :
300 gr whipped cream
1,5 sdt gelatin (jangan lupa minta yang halal) dicampur 2,5 sdm air.
Susu UHT 110 gr
Coklat 175 gram. (aku pake coklat strawberry)

Caranya, kocok whipped cream sampai soft peak, dan sisihkan (oke, silahkan raba-raba sendiri soft peak seperti apa, pokoknya lembut, agak kaku tapi nggak kaku sekali. Ahem)
Masak susu UHT dengan api kecil, saat mendidih matikan api, masukkan gelatin aduk rata, lalu tuang campuran susu hangat tadi ke cokolat , lalu aduk rata sampai licin.
Lalu masukkan whipped cream, dan aduk rata.

Nah untuk layer yang satu lagi, sama aja, tapi ganti aja coklatnya dengan coklat putih kalau mau, atau coklat milk. pokoknya yang beda warna dengan cokolat sebelumnya.

Ganachenya :
110 gram coklat  (aku pake coklat putih)
80 gr whipped cream
3 sdm madu
1 sdm minyak

Caranya, tim aja semua. Inget ya, ditim. Coklatnya jangan dipanasin langsung di atas kompor. Di tim.

Kue coklatnya :
8 telur
Gula 200 gram
1 sdm tbm/emulsifier
Tepung 100 gr
Bubuk coklat 60 gr
Maizena 40 gr
Butter 100 gr dilelehkan.
(Karena aku mau bikin cake pandan, maka si bubuk coklat aku skip, dan kuganti tepung, serta aku tambahkan perasa pandan, sehingga cake aku warnanya hijau)

Caranya :
Kocok telur , gula dan tbm sampai mengembang.
Masukkan ayakan tepung + coklat + maizena
Masukkan butter leleh tadi, dan aduk rata.
Lalu bake seperti biasa.

Nah, sekarang tinggal susun susun aja. Bisa susun cake, trus layer satu, trus layer dua. Dan aku membuatnya cake pandan, layer pink, cake pandan lagi, dan layer pink lagi, baru aku siram ganache warna putih. Di atasnya aku kasih hiasan coklat berbentuk hati, perpaduan putih dan pink
Dan penampakannya adalaaah...

hijau, pink, hijau, pink, ganache

Salam Kreatif !

Minggu, 09 September 2012

Coklat Warna Warni dan Temu Kangen

Mendapat undangan syukuran rumah tiba tiba dari teman lamaku Mbak Dewi yang suaminya juga mantan atasanku, sedikit membuatku bingung mau bawa apa yaa..... Secara mereka pasti sudah menyiapkan segala sesuatunya.  Terlebih mbak Dewi itu orangnya detail sekali  dalam segala hal, juga sangat teliti. Pastilah sudah disiapkan. Akan tetapi aku berfikir dalam hati, semua persiapan mereka bukan berarti menjadi penghalang bagiku untuk membawa suatu cendera hati, iya kan ?

Meski Sabtu pagi kemarin membuatku asli malas sangad, tapi sudah terlintas satu niatan. Mengingat tetamu nanti adalah mantan teman satu seksi yang pada muda muda, anak anak masih kecil kecil, maka kepikiran mau membuat coklat warna warni saja, kebetulan persediaan ada.  Karena si Abi pergi ke Yogya akhir pekan ini, otomatis aku bakal ke Cigadung sendiri, eh berdua Faiz. Sempat terfikir apa mau pakai taksi saja, karena rasanya belum terlalu fit untuk "momotoran" berdua. Tapi membayangkan macet di jalannya aku beranikan diri saja naik motor.

Acara jam sepuluh, ah ngobrol ngobrol aja. Jadi santai. Pagi aku masih ngobrol sana sini juga. Setelah mengantar F3 dan F4 aku "parkir" di Nenek Ranan sampai jam 9. Sudah gitu "parkir" lagi di rumah bu Siti sampai jam 10. Nah jam 10 sampai rumah baru deh, ngebut bikin coklat ini.  Cuma coklat biasa, dilelehin / ditim kemudian diaduk dengan rice chrispy. Karena waktu yang singkat, aku masukin kulkas sebentar untuk proses membekukan kembali.
Dan ...tadaaa.... jam 11 aku sudah punya coklat hampir satu wadah penuh.

Aku membuat coklat putih, pink dan coklat.

kemasan hantaran ala koboy, gini doang
Sesampai di sana, benar ternyata. Banyak anak anak. Coklat pun langsung diserbu. Anak Mas Eka dua, cowok semua (kelas 1 dan 3 tahun), anak Mas Amin dua (Hasan kelas 1 dan Tsabita 3 th), anak Mas Iyan satu (Maryam, 3th). Yang lain lain nggak pada ngajak anak anaknya. Mas mas itu datang sama istrinya. Mbak Era, Pak Deni, Pak Har, Pak Yayat, Bu Endang+pak Sulaeman, Mas Budi, Mas Sofyan... rame rumah mbak Dewi. Sayang Mas Munir dan pasukan tidak hadir.

Datang datang pas waktu makan. Hihi.. Menunya timbel komplit with ayam bakar. Tambah sop buatan Mbak Dewi yang top tanpa MSG. Dan Faiz pun disambut dengan bingkisan kecil a la anak anak ulang tahun gitu.. (bener kan, mbak Dewi detail....) Faiz yang awalnya canggung, perlahan lahan mulai 'hommy' dan mau main sama anak anak yang lain.

Aku yang bingung, antara mau ngobrol sama rekan sejawat atau mau ngobrol sama para nyonyah itu, kenalan sekaligus temu kangen karena kenal mereka pas baru nikah aja dulu dikenalin ke kantor. Hihi.. tetep saja sih aku ngobrol sama para nyonyah. Meski belum terlalu kenal tetep nyambung. Ngobrolin aja masalah anak, rumah, dan mudik. Rame deh. Wah, istri mas Amin habis jatuh dari motor, tangan kanannya pake gibs untuk 1.5 bulan. Istri mas Eka nggak mudik lebaran karena tidak nyaman dengan ramainya perjalanan. Mudiknya nanti saja. Istri Mas Iyan agak pendiam dan malu malu, cerita tentang arisan komplek. Serrru !!

Sekitar jam dua-an tetamu satu persatu pulang. Karena aku datang terakhir, dan masih kangen, aku di sana sampai jam tiga lebih dikiiiit. Hihi.. berhubung kita semua nggak ada yang narsis, dan keasyikan ngobrol, maka pertemuan yang indah dan sudah lama diidamkan ini, yah semacam reuni mantan kepegawaian  begitu,  tidak ada gambarnya satupun. Biarlah gambaran itu indah di dalam album kenangan masing masing kita. Jiaah

Salam Kreatif !

Selasa, 28 Agustus 2012

Kentang Panggang Sembarang

Ceritanya aku pernah baca resep kentang panggang ala Dapur Hangus. Ngebayangin rasa lewat foto dan definisi yang lebay *ups keceplosan ala Mak Vio, langsung menari narilah itu si kentang panggang dalam benakku .*sama lebay-nya
Cuman kok rasa rasanya nggak sesuai ya, cost benefit antara ngangkat oven ke atas kompor sama si kentang panggang yang cuma dia bilang 3 buah kentang itu.
Walhasil, untuk sementara kentang panggang itu mengendap di benakku.

Nah pas akhir ramadhan kemaren, dokter mengatakan aku gejala tipes. Maka aku disarankan makan yang halus halus dulu. 
Tapi kok masa' iya sih... seluruh penjuru rumah makan enak enak pas buka dan sahur (hiks hiks dan tetap aku yang memikirkan menu menu mereka itu) aku cuma makan bubur ayam polos (habis juga sih.. seporsi) atau bubur sumsum polos.... Nggak kuku.... secara selera makanku nggak terganggu sama sekali dengan sakit dan lemes lemes maupun pusing dan segala macam keluhan seputar tipes. (termasuk mual). Hayooo weee... makan apa aja selama itu diperbolehkan, ya aku makan. Bahkan sampai bawa persediaan makanan dan minuman di dalam kamar untuk menemani bedrest-ku.

Setelah hari ke sekian aku makan bubur ayam  dan bubur sumsum yang udah dimodel model temennya telur orak arik lah, tahu orak arik lah, sayur bening labu.... tiba tiba si kentang panggang melintas lagi.
Sambil menunggu ketupat mateng (lho.. tipes kok masak ketupat opor segala..... *maap terpaksa) aku rebus kentang besar (sengaja yang besar, karena rasanya menurutku lebih enak / bahasa Jawanya : mempur)
Akhirnya aku bikinlah si kentang panggang sembarang ini
Bahan : 
Dua buah kentang besar (lebih besar dari kepalan tangan), cuci dan belah  6 biar cepet mateng pas dikukus/rebus
2 siung bawang putih, dikeprek dan dicincang halus
keju secukupnya (aku pakai prochis)
oregano seujung sdt

Cara :
kentang dikupas dan dihaluskan (aku langsung haluskan di mangkuk), masukkan bawang putih cincang dan oregano, tambahkan keju sesuai selera dan persediaan yang ada. (aku pake agak banyak, biar asinnya dari keju).
Aduk rata, kemudian masukkan ke dalam mangkuk alumunium foil (ih, kebetulan ada, sisa bikin klapertaart) dan hiasi dengan keju parut di atasnya.
Panaskan happy call, lalu masukkan si kentang ke dalamnya.
Panggang dengan api kecil sampai topping keju parut berwarna kecoklatan. (aku intip bolak balik, karena nggak lihat jam)

Daaaannn.... tadaaaa..... Jadilah kentang panggang sembarang ala koki koboy ini.

kentang panggang sembarang

Hangat hangat aku makan, langsung habis 3 cup. Kalau bukan karena kasihan ma anak anak yang lagi pada puasa dan mupeng, mungkin aku habisin semua tuh... Males juga klo aku musti bikin lagi.
Pas aku pamerin mak Vio, dia bilang bedrest woii.. bedrest....
:D

Salam Kreatif !

Senin, 27 Agustus 2012

Obat Kangen : Tempat Tissue

Obat kangen
Ya, obat kangen setelah sebulan lebih nggak posting
Setelah sebulan lebih nggak membuat sesuatu yang 'berarti'. Blog dibiarkan tanpa pembaharuan. Kain perca, benang benang, pita pita, semua dibiarkan.

Nah, minggu kemaren ada teman lama yang sudah lammmmaaa sekali nggak ketemu karena pindah ke Sumatera. Dia ngajak ketemuan. Pokoknya harus nyempetin ketemuan.
Berhubung akunya masih dalam rangka istirahat setelah gejala tipes ramadhan kemaren, aku minta ketemuan di tempat yang dekat.
Akhirnya kami ketemuan di KFC ujungberung. Dia bawa anak pertamanya, Faishal yang udah hampir 3 tahun. Aku bawa F4 dan F5. Tadinya mau ketemuan sama suami-suami, tapi berhubung suami suami sibuk dengan urusannya, akhirnya gak jadi sama suami.

Ternyata, oh ternyata, dua jam berlalu begitu saja. Nggak kerasa ketemuan dari jam sepuluh sampai adzan dzuhur berkumandang. Waktunya pulang. Dan akupun mengeluarkan kenang kenangan yang kujahit dengan sepenuh cinta dan kerinduan pada seorang sahabat.
Inilah dia...


Salam Kreatif !