Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Selasa, 28 Agustus 2012

Kentang Panggang Sembarang

Ceritanya aku pernah baca resep kentang panggang ala Dapur Hangus. Ngebayangin rasa lewat foto dan definisi yang lebay *ups keceplosan ala Mak Vio, langsung menari narilah itu si kentang panggang dalam benakku .*sama lebay-nya
Cuman kok rasa rasanya nggak sesuai ya, cost benefit antara ngangkat oven ke atas kompor sama si kentang panggang yang cuma dia bilang 3 buah kentang itu.
Walhasil, untuk sementara kentang panggang itu mengendap di benakku.

Nah pas akhir ramadhan kemaren, dokter mengatakan aku gejala tipes. Maka aku disarankan makan yang halus halus dulu. 
Tapi kok masa' iya sih... seluruh penjuru rumah makan enak enak pas buka dan sahur (hiks hiks dan tetap aku yang memikirkan menu menu mereka itu) aku cuma makan bubur ayam polos (habis juga sih.. seporsi) atau bubur sumsum polos.... Nggak kuku.... secara selera makanku nggak terganggu sama sekali dengan sakit dan lemes lemes maupun pusing dan segala macam keluhan seputar tipes. (termasuk mual). Hayooo weee... makan apa aja selama itu diperbolehkan, ya aku makan. Bahkan sampai bawa persediaan makanan dan minuman di dalam kamar untuk menemani bedrest-ku.

Setelah hari ke sekian aku makan bubur ayam  dan bubur sumsum yang udah dimodel model temennya telur orak arik lah, tahu orak arik lah, sayur bening labu.... tiba tiba si kentang panggang melintas lagi.
Sambil menunggu ketupat mateng (lho.. tipes kok masak ketupat opor segala..... *maap terpaksa) aku rebus kentang besar (sengaja yang besar, karena rasanya menurutku lebih enak / bahasa Jawanya : mempur)
Akhirnya aku bikinlah si kentang panggang sembarang ini
Bahan : 
Dua buah kentang besar (lebih besar dari kepalan tangan), cuci dan belah  6 biar cepet mateng pas dikukus/rebus
2 siung bawang putih, dikeprek dan dicincang halus
keju secukupnya (aku pakai prochis)
oregano seujung sdt

Cara :
kentang dikupas dan dihaluskan (aku langsung haluskan di mangkuk), masukkan bawang putih cincang dan oregano, tambahkan keju sesuai selera dan persediaan yang ada. (aku pake agak banyak, biar asinnya dari keju).
Aduk rata, kemudian masukkan ke dalam mangkuk alumunium foil (ih, kebetulan ada, sisa bikin klapertaart) dan hiasi dengan keju parut di atasnya.
Panaskan happy call, lalu masukkan si kentang ke dalamnya.
Panggang dengan api kecil sampai topping keju parut berwarna kecoklatan. (aku intip bolak balik, karena nggak lihat jam)

Daaaannn.... tadaaaa..... Jadilah kentang panggang sembarang ala koki koboy ini.

kentang panggang sembarang

Hangat hangat aku makan, langsung habis 3 cup. Kalau bukan karena kasihan ma anak anak yang lagi pada puasa dan mupeng, mungkin aku habisin semua tuh... Males juga klo aku musti bikin lagi.
Pas aku pamerin mak Vio, dia bilang bedrest woii.. bedrest....
:D

Salam Kreatif !

Senin, 27 Agustus 2012

Obat Kangen : Tempat Tissue

Obat kangen
Ya, obat kangen setelah sebulan lebih nggak posting
Setelah sebulan lebih nggak membuat sesuatu yang 'berarti'. Blog dibiarkan tanpa pembaharuan. Kain perca, benang benang, pita pita, semua dibiarkan.

Nah, minggu kemaren ada teman lama yang sudah lammmmaaa sekali nggak ketemu karena pindah ke Sumatera. Dia ngajak ketemuan. Pokoknya harus nyempetin ketemuan.
Berhubung akunya masih dalam rangka istirahat setelah gejala tipes ramadhan kemaren, aku minta ketemuan di tempat yang dekat.
Akhirnya kami ketemuan di KFC ujungberung. Dia bawa anak pertamanya, Faishal yang udah hampir 3 tahun. Aku bawa F4 dan F5. Tadinya mau ketemuan sama suami-suami, tapi berhubung suami suami sibuk dengan urusannya, akhirnya gak jadi sama suami.

Ternyata, oh ternyata, dua jam berlalu begitu saja. Nggak kerasa ketemuan dari jam sepuluh sampai adzan dzuhur berkumandang. Waktunya pulang. Dan akupun mengeluarkan kenang kenangan yang kujahit dengan sepenuh cinta dan kerinduan pada seorang sahabat.
Inilah dia...


Salam Kreatif !

Senin, 09 Juli 2012

Biskuit Ketan Hitam

Semenjak mixer-ku patah dua minggu lalu, aku tidak punya cara untuk membalas dendamku pada si oven tangkring. Eh emang oven salah apa ?  Salah aja, nangkring terus di atas kompor enggak dipergunakan sebagaimana mestinya. Kardusnya sudah disingkirkan dan sudah tertindih berbagai barang. Nggak layak aja, si oven tangkring itu dikembalikan pada tempatnya.
Mana si F5 udah merengek rengek minta kue copcopcip (brownies panggang berhias choco chip dan almond slice)
Tambah lagi nggak bisa pergi acara Gathering KEB, huh ! Serasa meluap luap energi dan emosi.
Perlu penyaluran nih. Wah masih ditambah lagi pertanyaan akun twiter TUM nanyain siapa yang mau baking hari ini ? Ckckck, penderitaan kok bertubi tubi *lebay*
Kenapa nggak bisa ke gathering KEB ? Panjang laah ceritanya.  Sepanjang penantianku menghabiskan hari kemaren pokoknya. Intinya mah ngak penting untuk diceritakan di sini. :P

Sampai sore belum ada penyaluran tuh. Mana dapur (dan ruang tipi) lagi dicat si Abi, bau cat masih menempel di dinding. Sisa pabalataknya juga masih ada. Maka seharian pun hanya main main sama anak anak yang semua juga tinggal di rumah. Bolak balik aja, ruang tamu ruang tidur ruang makan.

Malam, setelah bau cat mereda, dan ruang tipi sudah diduduki massa, aku masih penasaran juga. Voila ! Tiba tiba aku keingetan sama resep resep dari Mak Vio dari dapurhangusnya. Eng ing eng.. aku pun mengobrak abrik persediaan bahan baku yang ada di dapur. Eit, bentar bentar, kalem dulu, kok di dapur hangus nggak ada resepnya ya.. aku dapat di mana ? fb nya kali yah... Udah ah, daripada ngubek ubek nyariin link, mending kita periksa satu persatu antara resep dan kenyataan. Yuks..
Resep Ika Rahma aka Mak Vio
bahan.
150 gr mentega / margarin (aku pake blue band)
200 gr tepung ketan hitam (ada )
100 gr tepung sagu (aku pake terigu segitiga biru 5sdm + maizena 1sdm (males nimbang)
150 gr gula tepung (ada)
2 kuning telur (ada)
100 - 130 ml santan super kental (aku pake sun kara yang kecil)
seiprit garam (ada, tentu saja)
 potongan cery merah hijau+choco chip putih (gak adaaa)

Cara membuatnya
Sederhana saja ya..
Aduk di mangkok si mentega sampai halus, pake garpu aja sekitar 5-10 menit. Tambahkan kuning telur. (Tapi aku malah langsung aduk si mentega dan kuning telur, gak ngaruh kayaknya ya). Trus masukkan gula halus.
Kemudian, di wadah yang lebih besar,  aduk bahan kering, si tepung ketan, tepung sagu/terigu, garam sampai rata. Masukkan adonan mentega+telor+gula ke dalam wadah tepung itu. Kemudian campur pake tangan aja sambil ditambahkan santan sedikit demi sedikit sampai adonan bisa dipulung/dicetak/disemprit.
Berhubung definisi "sampai adonan bisa disemprit itu" sangat subyektif, ya sudahlah, sebelum si santan habis aku sudah berhenti menambahkan.
Dasar di rumah banyak manusia kreatif, si kukis ini kucetak dengan bentuk macam macam sesuai komentar dan permintaan anak anak. 

Inilah hasilnya, (jangan sirik ya Mak Vio...wkwkwk)

bentuk bulan sabit
 
disemprit (busyet dah, kapok, baru pertama aku nyemprit kukis, ternyata tidak semudah nyemprit hiasan cake)
 
dicetak pake cetakan tupperware (hadiah aktivity dua tahun lalu) 
kata F2 kayak ginger bread *apaan tuh#gogling ntar deh


 
dipulung bulat bulat, simpang diloyang, trus ditekan pake garpu :) cetak gaya coboy
Alhamdulillah, energi negatif akhirnya tersalurkan ke hal yang positif.
Hayuk ah, selamat menikmati eh selamat mencoba..

Salam Kreatif !

Kamis, 05 Juli 2012

Kopdar Blogger : Nggak Lepas dari Craft

Hari Senin atau Selasa lalu, Teh Ncie  kirim inbox di fb, ngajakin aku kopdar sama Pak Dhe. Siapapun yang malang melintang di dunia perbloggingan pasti akan mengenal beliau. Maka akupun menjawab, saya kenal pak Dhe, nggak tau pak Dhe kenal aku atau nggak. hehe (nggak pede)

Singkat kata akupun menyatakan iya, ikut kopdar. Walaupun masih agak malu, karena kopdar kali ini pasti sama blogger dari Webers, artinya ada laki laki dan perempuan. Sedangkan aku, walaupun ikut grup WB, jarang jarang mampir sana, jarang jarang juga komen komen, apalagi buka lapak, apalagi bewe. Eh, sekali dua kali buka lapak blog anakku. Habis rasanya gimanaaa... gitu, narsis narsis di depan laki laki bukan muhrim. hihihi

Tapi Teh Nchie meyakinkan aku bahwa bapak bapak itu baik baik dan ramah. Dengan kata lain udah dijinakkan. Ya sudah, akhirnya akupun memberanikan diri ikut kopdar. Sekalian pemanasan untuk kopdar Emak Emak Blogger tanggal 8 Juli besok.

Aku pernah baca, klo kopdar itu biasanya suka pada bawa oleh oleh, atau bertukar oleh oleh, gak tau deh.. seputar itu kira kira.  *maklum jarang bewe* maka akupun mempersiapkan ala kadarnya yg ada di laci meja.

Kemudian, akupun berjuang ngebut dari samping BEC ke Rancabolang di siang bolong, dan sampai di Ampera dengan sukses.(maksudnya belum ketinggalan saat makan) Cilang cileung eh.. ketemu deh.. kira kira itu wajah Pak Dhe. (hapal wajah sepuh yang awetmuda, dengan kumis yang selalu melindungi senyuman *mulai lebay)
Daaannn.. karena malu menyapa Pak Dhe, maka aku langsung menyapa Teh Erry, yang aku hapal banget wajahnya. Mencari wajah teh Ncie gak ada. Kemudian berturut turut teh Meti (hihi.. karena wajahnya sering nampang di PP ) kemudian baru teh Dey.. (Maap ya Teh.. kirain teteh tinggi besar lhoo.....)
Setelah itu baru sungkem pak Dhe dan berkenalan sama Webers yang lain. Ada bang Edo, Asop (aduh.. bagusan Asyraf kali ya...) Darwis, dll yang datang belakangan. 
Kemudian Teh Ncie dan budhe yang baru pesan menu datang bergabung.
RRRuuarrr biaasaaa....  Buatku yang baru kenal saja sudah terasa nyaman, apalagi buat mereka yah...Yang udah benar benar berteman di dumay dan duta. The beauty of blogging katanya (kata Om NH yg aku belum pernah sowan ke blog beliau).

Nah.. kenapa jadi cerita kopdar ya.. kan ini blog craft. Hihi..
Baiklah.. aku jadikan penutup cerita kopdar ini, kartu hasil crafting Teh Dey yang begitu indah dan menarik. Perpaduan warna, bunga bunga alam yang dikeringkan (aduuh.. membayangkan semak semak di Gunung Selok tempat aku dibesarkan) yah ... indah deh.
Dan lebih berkesan tentunya  karena kartu itu berisi ucapan ucapan dari kita kita yang ditujukan ke Pak De..
Ini dia fotonya

Foto diculik dari status Pak Dhe Guslik Galaxy

Foto di culik dari upload-an Asyraf di Webe
Nah... meskipun cerita kopdar tetap aja ada unsur craft nya kaaan...

Salam Kreatif !

Senin, 02 Juli 2012

The Gift : Birthday Cake

Enaknya punya sahabat yang nauin tuh, kita nggak perlu bilang ini dan itu, udah ditanya duluan.
Kamu mau dibikinin kue apa untuk ultahmu ? Tanya Mama Tri
(Mama Tri ? hihi.. iya... secara kita udah prokalmirkan diri sebagai calon besan, jadi anak anak dah disuruh manggil Mama...wkwkwkw)
Karena aku merasa bahwa aku sering "tidak punya keinginan" , ya udah aku nurut aja.
Mau dibikinin apa aja terserah.
Syaratnya : Aku bisa bikin replikanya
Halaaaah..
Maksudnya, setelah dikirimin kue itu,  aku bisa membuat kue yang samaa...
Pasti kan anak anakku bakal pengen makan kue itu lagi, apalagi kue bikinan Mama Tri. Ah pasti enak deeeeh..
Akhirnya, si Tri membuatkan red velvet..
Karena keasyikan cerita, lupa deh minta resepnya.
qqq... lupa diri.
Ok deh.. ini penampakan kuenya..
tampak atas, cokla lembaran yg melingkar2 itu gak tau gimana bikinnya, sama daun pink itu dicetak pake daun mawar lho.

tampak samping, hiasan berupa anyaman. aku udah diajarin tapi males aja bikinnya. sepotong sepotong.. :P
Cantik kan ? Yah, cantik dan enak.
Terima kasih, calon besaaaan...

Salam Kreatif !