Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Rabu, 06 Januari 2016

Cara Mudah Membuat Cake Ultah

Ulang tahun adalah moment spesial buat sebagian orang. Makanya kadang orang pun menghidangkan sesuatu yang spesial. Contoh : cake ulang tahun.
Saat ini, mudah sekali untuk mendapatkan cake ulang tahun di toko kue. Akan tetapi, kadang rasanya tidak sesuai dengan penampilannya yang indah. Kalau ingin cake ultah yang rasanya seenak dan seindah penampilannya, kadangkala harganya tidak sesuai dengan budget di dompet kita. Kalau buatku solusinya ya bikin sendiri kue ultahnya. Penampilan udah pastilaah, nggak seindah yang di toko. Tapi soal rasa, kita sudah dapat memperkirakan bakal seperti apa.
Dan buat teman atau anggota keluaRga yang ultah, kue ultah bikinan sendiri akan lebih terasa istimewanya. Iya, karena dibuat dengan cinta 

Bahan :
- 2 loyang brownies kukus rasa original (aku pake merk Amanda)
- 1 boks whip cream bubuk, proses sesuai petunjuk di dusnya
- 100gr almond slice, sangrai. Pisahkan yang utuh untuk hiasan, yang hancur2 untuk dicampur di krim
- keju / coklat untuk topping
- chaca warna warni untuk hiasan
- loyang/bantalan kue yang sesuai dengan ukuran cake

Cara membuatnya :
1. Letakkan dua brownies di bantalan kuenya dan belah secara horisontal. Angkat kue bagian atas, sisihkan.

2. Oleskan krim yang telah dicampur dengan almond, tipis tipis aja biar hemat hehe


3. Letakkan belahan cake di atasnya dan oles lagi dengan krim
 
4. Tutup sisi sisi kue dengan sisa krim kemudian tempel dengan almond. Parut keju di atas kue. 

Selasa, 15 Desember 2015

Nasi Ketan - Saus Durian

Sebenernya aku rada rada males nih kalau harus masak makanan tradisional. Sebab biasanya perlu waktu dan perhatian khusus, entah itu mbungkusinnya atau membuat isiannya. Udah gitu nanti pas mateng, belum tentu anak anak suka. Mau nyobain aja alhamdulillah.
Tapi mosok yo mau males segalanya dan semua males diturutin. Mau jadi apa ? Mau jadi bokek gara gara jajan melulu ? Hehe #guwebanget. Nggak lah yaaaa...

Nah dari sekian makanan tradisional warisan nenek moyang eh warisan Ibuku (almarhum), ada satu makanan yang anak - anak dan suami suka. Ini penting yaaa.... Belakangan pas aku nyoba bawa ke kantor, eh temen-temen juga suka. Waaah...ini sesuatu yang membahagiakan tentunya ya... Rasa capek dan perjuangan melawan malas terbayar lunas saat wajah-wajah yang makan tersenyum puas. #berima. Apakah itu ? Yup ! Nasi ketaaaan...

Aku sudah pernah posting cara memasak nasi ketan sebagaimana diajarkan Ibu di sini.
Kalau dulu ketannya bersahabat sama kelapa parut, sekarang ketannya berteman dengan durian.
Duriannya dibuat semacam saus gitu, trus disiramkan ke ketan. Cara membuatnya gampang kok. Kira kira semacam kolak durian gitu deeh...

Bahan :
* 4-5 biji durian (lima biji yaa..bukan lima buah durian yaaa hehe). Gak harus durian yang mahal, yang biasa aja juga boleh, terlebih yang diskonan. Soalnya yang diperlukan adalah aroma/rasanya aja
* ½ liter air + ½ liter santan
* ¼ kg gula merah/gula aren yang sudah disisir/dipotong kecil-kecil
* 1 sdm maizena, larutkan dengan sedikit air.

Cara membuatnya :
1. Masak air + gula merah sampai air mendidih dan gula hancur.
2. Masukkan santan, aduk aduk jangan sampai pecah.
3. Masukkan durian, aduk aduk sebentar sampai dagingnya berserat-serat/lepas dari bijinya.
4. Masukkan larutan maizena aduk-aduk sampai rata dan kuah mengental. Koreksi rasa, kurang manis tambah gula, keanisan tambah air.  matikan kompor.

Gimana, Mudah kaaan?
Cara penyajiannya, ambil ketan pakai sendok nasi, atau kalau telaten boleh dicetak dengan bentuk tertentu, kemudian siram dengan kuah duriannya.
Hmmmm....yummy.....


Rabu, 18 November 2015

Lekker Holland / Boterkoek

Beberapa waktu yang lalu aku dapat kiriman bahan kue dari  Mamak Sondang sebelum dia pindahan ke Birmingham. Nah sekian lama bahan kue itu ngendon aja di laci kantor, sampai akhirnya di IG ngehits postingan tentang lekker holland ini. Akupun penasaran. Kebetulan semua bahan ada maka akupun mencoba membuatnya. Untuk resep, aku nyontek dari IG @tiyarahmatiya dengan sedikit improvisasi sesuai keberadaan bahan dan kebiasaan masak aku.

Berikut resep aslinya :

Boterkoek
Bahan :
200gr butter /margarine - aku pake setengah butter setengah margarin Palmia
150g gula pasir
250gr tepung segitiga/kunci biru
1/2 sdt Vanili bubuk/cair - aku skip yang ini
1 butir telur
Garam sedikit - aku skip  juga yang ini
1 butir kuning telur buat olesan
almond slice untuk taburan (aku pake almond dan pernah juga nyoba pake choco chip)
Cara :
- panaskan oven
- kocok pake mixer butter, gula pasir, telur, vanili dan garam sampai putih dan mengembang
- masukkan tepung sedikit sedikit, aduk sampai rata pake mixer kecepatan rendah
- masukkan adonan kedalam loyang kue kering yang sudah dioles mentega dan di taburi tepung tipis tipis langsung oles aja.. Gak dioven setengah matang dulu
- olesi atasnya dengan kuning telur bagian atas cake bisa dihias/dibuat garis pake garpu
- beri taburan
- panggang di oven suhu 180 dercel selama 20 menit

Lekker holand
Gampang ya ternyata membuatnya. Nah karena resep ini termasuk yang anti gagal, nggak ada titik titik krusial yang bikin gagal, kira kira begitulah, maka aku coba coba pakai tepung mocaf. Nah pas pake tepung mocaf itu aku pake cuma setengahnya, setengah lagi tetap pakai terigu. Tapi hasilnya beda dengan percobaan pertama. Yang ini seperti lebih basah dan bau singkongnya itu masih terasa. Ya sudahlah, karena kurang menarik aku nggak fotoin.

Kemudian hari minggu kemarin, masih penasaran, aku cobain pakai tepung ketan. Jadi setengah bagian aku pakai terigu, setengah bagian lagi pakai tepung ketan. Untuk taburannya aku setengah pakai almond, setengah lagi pakai choco chips (karena almondnya habis). Nah untuk percobaan ini aku merasa puas.

lekker holland ketan hitam. sepintas mirip brownis ya..
Emang, sepintas mirip brownis ketan hitam gitu. Tapi karena ini butternya lebih banyak dan telurnya lebih dikit jadi tetep beda dikitlaaah...
Mau yang mana ? Ayo cobain semua :D

Salam Kreatif !

Sabtu, 14 November 2015

Telur Dadar Ala Warung Padang

Siapa di antara teman-teman yang suka makan di warung padang ? Pasti banyak yang ngacung ya.... Akupun seneng makan di warung padang. Bumbu-bumbunya komplit, santan santannya hmmmm....  Pantas kata memTyk in nasi padang we trust hahahaha (buat ngobatin lapar)

Salah satu menu yang sering kupesan di warung padang adalah telur dadar. Biasanya ini jadi menu pendamping disamping ikan bakar atau ayam bakar. Aku akah jarang makan rendang di warung padang. Hehe Nah, pas stalking selebgram idolaku teh @tiyarahmatiya ada resep trelur dadar ala padang ini, aku langsung nyoba bikin, daaaan rasanyaaaa.... Mirip miriplaaah... 

Ini dia resep telur dadar ala padang versi teh Tiya :

Bahan:
- 4 butir telur 100 gr kelapa parut sangrai sampai coklat
- 1 sdm tepung tepung beras (aku pake tepung mocaf)
- 1 batang daun bawang cincang halus
- 1 batang daun seledri cincang halus
- 1/2 sdt garam (secukupnya)

Bumbu Halus: (punyaku aku iris iris)
- 3 siung bawang putih
- 5 butir bawang merah
- 1/2 sdt lada
-  3 buah cabe merah besar (aku nggak pake cabe)
-  Garam (skip,  garam ini kata ibuku dulu memudahkan proses pengulekan)

Cara Membuat:
1. Campur semua bahan menjadi satu, tambahkan bumbu dan aduk rata.
2. Goreng dengan sedikit minyak di teflon dengan api kecil.
3. Jika bagian bawah telur dadar sudah kering dan berwarna coklat, balik hati hati.
4.  Test pake garpu buat meyakinkan udah mateng atau belum.

Mudah kaaan ?

Senin, 09 November 2015

Kembalinya Ruh Baking

Jiaah... haha judulnya nggaya banget ya...

Jadi ceritanya aku tuh udah lama banget nggak baking. Alasan sebenarnya ya males aja.. cuma kalau mau dibikin alasan yang lebih keren boleh laah, dibilang sibuk. haha
Tapi beberapa waktu terakhir ini, aku seperti dipaksa gitu buat bergaul lagi dengan segala macam perkuehan. September lalu Fikri minta dibuatin kue untuk ulang tahun MPK. (Majelis Perwakilan Kelas) di mana dia sebagai salah satu pengurusnya... ya anak lanang yang minta mau nggak mau walaupun malas ya udah tetep dibikinin. Karena masih ada sedikit rasa malas, untuk based kuenya aku pakai brownies kukus Amanda. Rasanya enak, tinggal beli dekat rumah. Kebetulan waktunya berdekatan dengan ulang tahun Faiz. Jadi Jumat Sabtu berturut turut menghias kue.

Kue Ulang Tahun MPK. Pertama kalinya aku pake edibel. Hihi cuma setelah nginep semalem di kulkas edibelnya kayak basah gitu dan jadi enggak rata. Mungkin ketetesan air, karena wadahnya enggak aku tutup.
besoknya aku bikin kue ultah Faiz, ini cuma dipagerin bengbeng, ditabur oreo hancur dan ditancepin bendera

Kemudian di bulan Oktober, Fikri pesan kue lagi, kali ini untuk salah satu teman pengurus MPK. Aku masih males juga, jadi base-nya lagi lagi aku pake brownies amanda

Dua amanda dijejer, trus dibelah jadi dua layer, diisi krim.

Nah kemudian di bulan November, teteh ulang tahun ke 12. Sudah menjadi tradisi keluarga, semua anak diulangtahunin alias diacarain potong kue itu cuma sampai usia dua belas, atau sampai kelas 6 SD. Jadi mulai tahun depan, kalau teteh ulang tahun, nggak akan dibuatin kue lagi. Makanya pas teteh minta dibuatin kue warna ungu juga aku berusaha untuk memenuhi. Tadinya mau aku beliin aja, tapi udah cari cari di beberapa toko nggak ada yang ungu. Nggak kepikir buat mesen juga sih.
Ya sudah karena pas tanggal 5 itu hari kerja, besoknya teteh dan Ayuk ada acara mabit di sekolah, dan besoknya lagi Abi dinas malem, akhirnya acara ultah ditunda ke tanggal 8 hari Minggu. Akupun membuat kue sendiri untuk basenya. Isinya sponge cake seperti yang pernah aku posting sebelumnya di sini. Tapi enggak aku kasih coklat dan aku pake loyang bulat.

kue ultah teteh
slice-nya.

Lumayanlah. Semoga ini menjadi langkah awal yang baik untuk kembalinya semangat baking ya...


Salam Kreatif !

Senin, 02 November 2015

Hoop Art Sederhana

Hoop art adalah hiasan yang terbuat dari kain yang dibingkai   dengan hoop/pamidangan (bingkai berbentuk lingkaran yang biasanya dipakai sebagai penahan sulaman).
Jaman aku kecil dulu, pamidangan biasanya terbuat dari kayu. Tapi sekarang aku lihat di toko alat jahit, adanya malah pamidangan berbahan plastik, lebih murah, dan kalau pinter milihnya bisa disesuaikan dengan kain yang akan kita sulam nantinya.

Hoop art ini memang biasanya disulam yaaa....tapi kurasa kalau kalian mau bikin yang cuma ditempel-tempel pake lem, ya sah sah aja kali yaaaa....
Tinggal pilih aja ukuran hoop yang kalian suka, ada yang  diameternya  15 cm, 20 cm, 30cm dsb.

Nah, hoop art yang aku buat ini bener bener sederhana, sekedar mengobati rasa rindu dan penasaran (jiaaaah....) udah lama nggak menyulam.
Ternyata tanganku kakuuu.... Jahitannya nggak rapi. Tapi lumayanlah....

Have a Great Day, temaaans...

Rabu, 28 Oktober 2015

Abon Ikan Tongkol edisi Kilat Khusus

Pas masih suka makan bekel bareng di kantor yang lama, mba Tri beberapa kali membagi abon ikan tongkol yang dia buat sendiri dari ikan tongkol segar, yang dikukus, diambil dagingnya, baru dimasak.
Nah karena aku tidak setelaten itu dalam hal memasak, maka bahan ikan tongkolnya aku ganti dengan pindang tongkol siap masak yang banyak dijual dipasar. Makanya resep ini kusebut edisi kilat.

Abon Ikan tongkol edisi kilat

Bahan :
- ¼ kg pindang tongkol bersihkan dari kulit dan tulang/duri. Kemudian diulek/dihancurkan

Bumbu iris :
- 5 buah bawang merah
- 3 siung bawang putih
- 10 lembar daun jeruk, buang tulangnya, iris tipis2.
- cabe rawit bila suka

Cara membuatnya :
-  panaskan wajan teflon, beri minyak dan tumis duo bawang. Setelah tercium harumnya masukkan cabe rawit iris (bila suka) ples irisan daun jeruk. Aduk sebentar.
- setelah daun jeruk layu, masukan daging pindang tongkol yang sudah dihancurkan. Oseng-oseng terus seperti disangrai gitu sampai ikannya mengering sesuai kadar yang diinginkan.
- karena pindang biasanya dah sedikit asin, maka aku nggak menambahkan garam.

Nah, gampang kaaan? Kalau aku sih bikinnya gak terlalu kering, supaya sore nanti atau besoknya kalau mau diangetin gak bakal kekeringan/garing.

Selamat mencoba !

Senin, 26 Oktober 2015

Rompi untuk Penampilan Yang Beda

Ceritanya awal bulan ini Alhamdulillah aku punya gadget baru. Bukan semacam hp, ipad, tab dan sebangsanya, melainkan mesin jahit yang sudah lama aku idam-idamkan. Itu belinya 'nggak sengaja' banget deh. Pas Juli kan Syamil Quran open table di Hypermart BIP, otomatis setiap aku dapat pesanan My First AlQuran, Quran Tikrar atau buku buku lain, aku ambil ke Hypermart. Nah di sebelah stand Syamil itulah, si Singer juga lagi open table. Waktunya sama kayaknya, sekitar sebulanan. Aaaah....tidaaak.
Mesin itu seperti melambai lambai dan berkata : ajak aku , ajak aku (lebay).
Awalnya aku nyobain jenis jenis jahitannya, trus berikutnya nanya nanya harga, trus datang berikutnya nanya nanya sistem pembayaran , hahaha ya terang aja si Bapak yang jaga ngejar aku kaaan... Mungkin udah terlihat di sinar mataku, wajah mupeng tingkat pulau Jawa.
Akhirnya yaaa.... Jeng jeng jeeeng....dengan satu kalimat : "ibu boleh DP-in berapa aja, nanti sisanya bisa kapan aja kalau Ibu udah siap, bersamaan dengan dianter mesinnya" Takluuuuk deeeh... Aku bilang September kirim.
Tapi karena September ada pengeluaran yang cukup besar akhirnya mundur ke awal Oktober. Dan aku nggak dikejar kejar lhooo... Asyiik kaaan...

Nah tau sendiri pas mesin jahit udah datang, tangan gatal dong mau njahit ini itu. Aku keluarin plastik-plastik isi perca. Kebetulan aku dapat kain sisa dari njahitin gamis dari sarung di padu padan sama kain polos. . Eh lha kok di dalam plastik itu isinya perca sarung pleus kain polosnya udah ngebentuk pola badan depan belakang. Hihi akhirnya aku kepikiran membuat rompi. Eh kok masih ada sisa kainnya, akhirnya rompi dibuat berlengan gitu. Nah pas aku pakai gamis pleus rompinya, temen temen pada komen, katanya penapilan jadi beda hehehe
Mau lihat  ?

Jumat, 23 Oktober 2015

Bola Bola Brownies

Brownies. Makanan yang dekat dan enak Harga pun terjangkau. Anakku suka banget brownies kukus Amanda. Tapi kadang kadang, kalau mood makan mereka lagi hilang, brownies yang biasanya habis dalam sekejap, suka nyisa. Sayang kaaan, nah brownies itu bisa didaur ulang seperti ini nih....
Kita kasih nama aja bola bola brownies yaaa...

Bahan :
- brownies kukus, dikepel-kepel haha oke dibentuk bola-bola seukuran cup coklat. Karena aku pakai rownies kukus, maka tekstur kue sudah basah. Kalau pakai cake atau brownies panggang, bisa ditambahkan susu kental manis atau butter yang dilelehkan.
- meises cokla/warna warni sesuai selera
- coklat blok secukupnya ( aku pakai dcc)

Cara membuat :
- lelehkan coklat dg cara ditim,  isikan ke cup coklat sepertiga dari tingginya.
- ambil bola bola bronis  celupkan ke cairan dcc, celup lagi/gulingkan ke meises
- masukkan bola2 brownies ke dalam cup dengan posisi yg ada meisesnya di bagian atas
- hias dengan tusukan bendera

Tadaaaaa!!!!
Gampang kaaan ?

Rabu, 21 Oktober 2015

Tas Dari Bungkus White Coffe

Buat teman-teman IG mungkin dah tahu bahwa salah satu aktifitasku adalah ikut Sekolah Ibu di sekitar rumahku.

Selain mendapatkan materi parenting, kesehatan, psikologi, maupun materi agama, di Sekolah Ibu kami juga endapat pelatihan membuat kerajinan tangan dengan memanfaatkan barang yang sudah tidak terpakai.
Nah salah satunya adalah membuat tas dari bungkus kopi.

Akan tetapi karena buatku itu sulit, sulit dalam pengumpulan bahan, sulit juga dalam menjaga kesabaran alias konsistensi nglipet satu demi satu bungkus kopi, maka aku nggak sungguh-sungguh dalam mempelajari topik ini. Bandel yaaaa... Hahaha

Nah tapi nggak papa kaan kalau aku pamer hasil karya ibu-ibu lain di sini ?

Selasa, 20 Oktober 2015

Tahu Bejek Spesial Pake Telur

Masakan ini pertama kali kenal ya di Bandung. Karena selama aku di Jawa Tengah, DKI, NTT maupun di Lampung, aku nggak pernah melihat menu ini baik di warung maupun di meja makan temenku :)
Padahal buatnya mudah aja....

Bahan :
1 telur (katanya kalau di warung nggak dikasih telur)
1 tahu - remas/hancurkan
1 batang daun bawang -iris
1 cabe rawit (haha level pedesku rendaaah)-iris-iris
2 bawang merah -iris
1 bawah putih -iris
1 sdm minyak sayur
Gulgar bila suka


Cara membuat :
Panaskan teflon dengan sesendok minyak, tumis duo bawang, dan cabe rawit. Kemudian masukan telur dan daun bawang. Aduk aduk sampai telur setengah matang. Terakhir masukkan tahu yang sudah diremas, aduk2 sambil tahunya dihancurkan atau dibejek-bejek hehehe... Karen dihancur-kan seperti ini, ada yang menyebut juga tahu siksa.
Mudaah kaan ?


tahu siksa yang siap dilahap

Rabu, 22 Oktober 2014

Sandal Swallow Art : Seni Pahat Sandal Swallow

Beberapa waktu lalu baca status Wida bahwa salah satu bintang drakor pakai sandal swallow. Mana harganya pake dollar pulak. Klo gak salah harga indent 20$ ... alamaaak... mending enggak kalau aku mah...

Nah satu dua hari berikutnya, Mbak Fathimah minta beliin sandal swallow juga. Aku langsung waspada bin curiga dia mau ikutan idola drama korea. Eh, ternyata itu hanya buruk sangkaku aja. Mbak Fathim mencari sandal swallow karena mau diukir / dipahat atau apalah namanya. Hihi jadi inget ya, jaman dahulu suka namain sandal swallow pakai solder diukir inisial nama kita biar nggak ketuker.
Nah, kalau sandal swallow art ini nantinya bakal dibawa ke acara Jumbara PMR, karena ada acara temu karya juga, nanti hasil ukirannya bakal dipamerin di acara tsb.

Pas mbak nanya motif batik apa kira-kira yang mudah dipahat, aku langsung keinget motif mega mendung atau motif kawung. Itu kan relatif mudah ya...
Tapi berhubung ini acara Jawa Barat mbak Fathim memilih motif mega mendung yang khas Cirebonan. Karena mbak Fathim gak terlalu bisa nggambar, dia minta tolong Siti -sahabatnya- untuk menggambar. Siti ini pernah juga jadi partner mbak bikin tas kain perca. #oot hehe
Maka mbak pun mulai cukil sana cukil sini... jangan tanya alatnya apa ya...
Seharusnya mungkin ada alat khusus, biar mudah gitu. Tapi mbak hanya pake beberapa alat yang ada di rumah... yang jelas cutter tajam buat mahat, trus dia juga pakai seam ripper/alat pembuka jahitan /buat ndhedhel gitu untuk mencukilnya.
Karena dia keburu berangkat Jumbhara, ini foto sandal yang belum selesai dipahat niih.. kira kira beginilah penampakannya


sederhana tapi hasil karya

Selasa, 21 Oktober 2014

Tempat Pensil dari Botol Bekas

Assalamu'alaikum teman teman.... bagaimana kabar kalian ? Maafkan kebandelanku yaaa... lama tidak menyapa teman-teman semua melalui postingan di blog ini.
Selain karena kendala teknis -gadget rusak, ga da waktu, dsb- ya emang akhir-akhir ini juga lagi males bikin - bikin apaaa... gitu.
Sekalinya bebikinan, eh, males juga foto-fotonya.
Ya tapi sebenernya jauuuh.... di dasar lubuk hati yang terdalam, kangen juga nulis di sini. Xixixi jadi seperti menggalau ya..

Baiklah teman, sesuai judul di atas, ini adalah tempat pensil yang dibuat dari botol air mineral. Ini bukan buatanku ya.... aku kan lagi terserang malas tea, ini adalah buatan mbak Fathimah. Ini murni karya dia, aku cuma ngeliatin aja dia bikin ini.

Alat dan Bahan :
* botol bekas air mineral
* cutter
* cat minyak + kuasnya tentu saja

Cara Membuatnya :
* buang plastik pembungkus botol, potong dengan menggunakan cutter dengan tinggi sesuai selera.
* cat bagian luar botol dengan motif yang teman-teman suka. Mau batik, mau bunga, dsb. Di sini mbak Fathim cuma ngecat gitu aja.
* Biarkan kering dan wadahpun siap digunakan.

Jumat, 01 Agustus 2014

Selamat Idul Fitri

Waaaah.... ternyata bulan kemarin nggak ada postingan sama sekali di blog ini yaa...
Mumpung masih suasana lebaran, sambung lagi silaturrahimnya.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H
Taqabalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Senin, 02 Juni 2014

Apronism - Isme Baru Tentang Apron

Sebenernya ini utang lama yang harus dibayar. Nggak papa lah ya Ko.... telat telat banyak... kan hadiahnya juga nerimanya telaat.... wakakak

Perkenalanku dengan apron ini sudah sejak lama. Yaitu pas aku SMP dan pelajaran ketrampilan praktek menjahit celemek.
Celemek pertamaku waktu itu warnanya pink, ada rempel-rempel dan saku di kiri. Trus nutup dada tentu saja. Mirip-mirip celemek putih yang suka dipakai para nanny dan ART di film-film bule jaman dulu itu lhooo.... Tapi dalam perjalanannya, aku sungguh lupa bagaimana nasib celemek jahitanku itu. Karena pas aku SMP aku juarang banget masak, tugasku adalah ke pasar, cuci piring dan menyapu halaman.
Setelah dewasa dan menikah, sebagai koboy di dapur rumahku sendiri, jujur aku katakan di sini, awalnya aku menganggap bahwa apron aka celemek itu bukan salah satu perlengkapan dapur. Haha kenapa ? Yaaah gak kenapa-napa aja... suka suka aku aja sik.

Menurutku, ngapain juga musti pake celemek atau apron ini, masak kan di rumah, pakai baju rumah, yah kalau abis masak dapat bau-bau sedap dari dapur, atau bajunya kotor karena kebanyakan reflek ngelap ke rok / baju (haha ini mah gue banget) ya tinggal mandi lagi aja, trus ganti baju. Simpel kan ?
Apalagi pada prakteknya aku nggak akan mandi sebelum urusan dapur kelar, ya makin sah aja kalau aku merasa nggak membutuhkan apron.
Satu-satunya apron yang kumiliki adalah apron berbahan plastik dari emperan Pasar Baru, itupun aku nggak beli. Tapi dibeliin oleh kakak ipar yang waktu itu aku anterin wisata belanja ke PasBar. Nasib apron ini sedikit tragis, yaitu dibuang karena keciprat ciprat semen pas renovasi dapur kemarin.

Ketika kemudian mak Iko merekomendasikan aku masuk grup IDFB di face book (walaupun sekarang juarrraaang banget diulik), pandanganku soal apron ini sedikit bergeser. Apalagi setelah tahu bahwa di dalam setiap tantangan di grup food blogger itu, pemenangnya selalu dapat apron. Jadi, kedudukan apron buat ratu dapur itu semacam 'mahkota' gitu kali ye.... atau sejenis  'jubah kebesaran' barangkali ?
Dan... aku pernah lho....dapat apron IDFB.  Yeay !  Menangin tantangan ? Oh, tentu tidak. Aku dapat gratisan dooooong dari Mak Iko.
Apronnya cakep. Berbahan utama denim, ada saku batik berlogo IDFB. saking bagusnya sampai sempat sayang mau makenya. Disimpen aja di lemari masih berbungkus plastik. Dan dikeluarkan oleh mbak Fathimah karena dia butuh. Selalu dipakai saat dia cuci piring malam yang ditunda ke pagi hari. apalagi kalau cupirnya udah pakai seragam sekolah. belakangan Ayuk pun mengikuti. Apron ini sekarang tiap hari nongkrong di dapur
Apakah ceritaku tentang apron sampai di sini ? Masih lanjooot...

Sejak mendapat apron IDFB dari Mak Iko, dan pandanganku terhadap apron sedikit terbuka, sekarang, kalau ada yang ngomongin apron, yang keinget olehku bukan lagi mamang mamang di Pasar Baru, tapi satu merk yang enak banget di dengar telinga, karena namanya melekat dengan bendanya. Apronism. Ya... ini itu semacam trend baru dalam dunia perdapuran.Apalagi ketika, Apronism mengeluarkan seri  " I'm Google Chef" . Alamaaaaak.... ini kan emak-emak jaman sekarang banget. Mau masak apapun tanya ke mbak Gugel. Apron ini dilengkapi saku besar di bagian depan buat nyimpen contekan eh salah, buat nyimpen gadget tempat kita berguru step by step sang resep.
Udah gitu perpaduan warnanya juga tsakep-tsakep.
Manusia boleh kepingin, skala prioritaslah persediaan beraslah yang menentukan. Berhubung duitku habis lagi habis lagi, ya sudah keinginan ber apronism -nya diendapkan dulu.
Makanya ketika Mak Ika bikin GA review dapur hangus berhadiah apron, dengan semangat reformasi aku ikut lombanya. Apakah aku menaang ? Yes !
Aku salah satu yang beruntung mendapatkan  satu lagi apron gratisan.
Penyerahannya sedikit tertunda, karena Mak Ika pengen menyerahkan langsung, sedang jadwalku dan jadwalnya gak cocok-cocok. Apalagi ketambahan Vio sekolah, trus Mak Iko pindah rumah (selamaat ya... nempatin rumah pribadi ayeuna maah)...makin tertunda deh.
Sabar ya...
Dan kesabaran itu akan indah pada waktunya.
Ketika jadwal kami cocok, maka apron hadiah dengan resmi diserahkan, ditambah traktiran. Alhamdulillaah...


pertemuan dengan Mak Iko, itu tin yang di tanganku itu, tempat apron lhoo
fokus ke apronnya ya...

Kamis, 29 Mei 2014

Cimplung Bandung

Kenapa cimplung Bandung?
Ya karena aku berkenalan dengan cimplung ini di Bandung, dan ternyata berbeda dengan 'cimplung' di kampungku Cilacap sana.
Di Cilacap (dan Kebumen -soalnya ada orang Kebumen yang nanyain kenapa cimplung bulat2- dan mungkin seputaran Banyumas), yang namanya cimplung adalah singkong yang direbus dengan nira. Ya, nira. Bukan air gula merah ya... Biasanya sih cimplung singkong ini bukan produk utama. Tapi seperti peribahasa sambil menyelam mengambil mutiara gitu lhoo...
Merebus nira sampai kental dan siap dicetak jadi gula merah kan lammmmaaaaaa.... jadi sambil nunggu itu, dimasukinlah singkong biasanya utuhan/potongan ukuran besar. Singkongnya maniiss dan empuk.... gulanya siap dicetak. Hhhhmmmm yummmyyy....  *makinkangenkampung.

Balik ke cimplung Bandung ya... Pertama aku makan sih inget, sambel hejo doong... mau yang di Natuna, di Katamso, mau di Palasari bahkan yang di pasteur sana pun. Sengaja 'sambel hejo' nya nggak huruf besar, karena ternyata kata yang tadinya kupikir 'brand' ini udah banyak banget variannya. Entah mana yang duluan mana yang yang belakangan. Mana yang original mana yang KW. Tapi di setiap rumah makan sambel hejo, biasanya ada cimplung.

Nah, kalau siapa yang mulai duluan posting cimplung di IG, sungguh aku gak tau. Biasanya kan resep yang mudah bakal mudah menular juga....Hihi... tapi terakhir aku lihat ya di akun @edapoenya. Akupun langsung ke blog Nyonya Besar dan ngubek-ubek di sana. Ketemu deh resepnya.

Bahan :
* 500 kentang kukus, haluskan
* 6 sdm aci
* 1 putih telur

Bumbu halus :
* duo bawang, merica, garam. penyedap rasa bila suka.

Cara :
Campur kentang+aci sampai kalis. Masukan bumbu halus. Uleni. Masukan putih telur, uleni lagi. Bentuk bulat-bulat. Kemudian goreng sampai matang.

Gampang kaaan ? #yakali
Ya aku nyobain pertama langsung berhasil. Hihi gatau ntar percobaan berikutnya...

Minggu, 25 Mei 2014

Dress Rajut

Kalau teman-teman pengen tahu sejak kapan aku belajar merajut, jangan kaget ya... kalau aku katakan bahwa aku merajut sejak SD. Di bawah kelas 5 SD malah. Kapan persisnya aku lupa. Mungkin kelas 3 atau 4. Tapi momentumnya enggak akan salah. Yaitu pindah ke rumah sendiri.
Pindah ke rumah sendiri itu saat aku kelas 5. Padahal sebelum pindah ke rumah sendiri ini aku sudah merajut.
Yang aku ingat adalah membuatkan dress untuk barbie-barbie kedua adik perempuanku.
Saat itu aku memakai benang wol karena murah dan mudah didapat. Lagipula karena tipis, jadi dressnya lebih 'jatuh'.
Trus karir rajut berikutnya adalah membuat topi buat adik. Kalau yang ini aku cuma nerusin bikinan ibu. Pas finishing ya sama ibu juga.
Abis itu berhenti. Pindah ke bikin bunga-bungaan, menyulam dan menjahit. Agak gede lagi malah ninggalin itu semua dan banyak main hehe

Nah kembali ke judul ya...
Kemarin ingat untuk bikin dress lagi karena lihat postingan sepatu barbie punya Lulu.
Ya ampuuun .... lebih dari 100 boooo sepatunya.
Akupun jadi ingat barbie abal abal milik F4. Daaan.... tadaaa... langsung kepingin bikin bajunya. Sekaligus mau nggodain Lulu.
Napsu banget bikin dress ini. Sampai-sampai tas Tante Tyke dibiarin sebentar. Yaaa... tapi bukan semata karena dress sih... ini lebih karena patah hati benangnya habis. Udah beli sebenarnya, mungkin karena faktor pencahayaan, benang yang terlihat sama saat dibeli itu, pas dirajutin ke tas Tante Tyka kok ternyata warnanya bedaaaaa... *gemess
Ya sudahlah... kita menghibur diri dulu ngerjain yang lain.

Mau lihat penampakan baju barbie dari rajutan ?

Rabu, 07 Mei 2014

Cake Rasa Nanas

Sepertinya kalau kita sudah beberapa kali baking, bakalan terasah feeling kita, apakah sebuah adonan bakal jadi cake atau enggak.
Lama kelamaan, aku menganggap memasak wabil khusus bikin kue itu, asal kita mau coba coba, ternyata bisa nemuin resep baru. Ini aku merasa seperti saat menjahit. Tiba-tiba pengen motong gitu atau gini, pengen nambahin ini itu sebagai aplikasi, dsb. Walaupun untuk menjahit ini terus terang aku masih terkendala mesin jahit. Iya, mesin jahitnya masih di toko, belum dipindahin ke rumah haha (mau bilang belum kebeli aja meuni muter muter).

Setelah kemarin mencoba cake rasa kacang kopi yang ternyata enak, kali ini aku coba lagi dengan rasa lain. Nanas ! Ya nanas, ini terinspirasi oleh tester kue lebaran yang dikirim teman :). Yaudah aku cobain gitu aja. Daaaaan.... hmmmm.... aromanya... sungguh menggoda selera. (Minimal seleraku dan anak-anak ya.... eh nggak juga sih, kata ibu-ibu pengajian juga enak).

Ini resepnya ya...
Bahan :
3 butir telur (iyah, selain irit juga aku khawatir loyang tulbanku gak muat)
125 gr terigu
125 gr gula pasir
75 gr mentega dicairkan
2 sdm selai nanas (lebih nikmat kalau pakai selai nastar, masih ada serat nanasnya)
Pengembang

Cara :
* mixer telur, gula dan pengembang sampai mengembang sempurna, kalau aku nandainnya putih dan kalau dimiringin nggak tumpah
* tambahkan 2 sdm selai, campur sampai rata
* tambahkan tepung dan mentega cair selang seling, aduk pakai spatula.
* tuang ke loyang yang sudah dioles mentega dan ditaburi terigu.
* panggang sampai matang

Gampang kaaan ?
Hihi kata mba Tituk aku hobby bikin cake. Iyaaa.... soalnya tinggal aduk aduk dan cemplung-cemplung. Sepanjang anak anak suka, kita pun semangat empat lima membuatnya. Ya nggak, ibu-ibu ?

Minggu, 04 Mei 2014

Cake Kacang Kopi a la Kreasi Titi

Udah nulis ngalor ngidul cerita sejarah penemuan resep ini, eh lupa save. Hilang deh. Intinya saat itu aku mau bikin resep lain, udah kocok telur ini itu, eh, bahan lain gak ada.  Tak ada rotan, akarpun jadi. Aduk sana sini, cemplung ini itu, lho... kok enak. Akhirnya kubikin lagi dan lagi dan lagi.
Daaaan resep ini sudah diverifikasi oleh @punyade dan @gellacia di akun IG. (Baca : udah dicoba bikin, dan jadi). Tersanjung nggak sih, resepku dicoba oleh 2 seleb ?

Berikut resepnya :
Bahan :
3 telur
125 gr gula
125 gr terigu
125 ml minyak goreng
2 sdm selai kacang
½ sachet kopi instan
1 sdt pengembang

Cara :
* kocok telur+gula+pengembang sampai putih, turunkan kecepatan mixer, masukan selai dan kocok sampai selai hancur/tercampur
* masukkan selang seling tepung+minyak, aduk pakai spatula
* tuangkan ⅔ adonan ke loyang yang sudah dioles mentega+tabur terigu.
* campurkan kopi ke ⅓ adonan yang tersisa, aduk rata, kemudian tuangkan adonan ke loyang, panggang sampai matang.

Sabtu, 19 April 2014

Puding Kentang

Dapat resep yang super duper gampil ini dari teman selingkaran. Pas kemarin ada botram-an, dia bawa puding yang menurutku rasanya juga enaaaak. Aku pernah makan di tempat teman lain, yang pakai labu kuning. Tapi karena temen itu ada diabet, dia bikinnya gulanya dikiiit. Hihi kurang pas di lidahku.
Bahan :
500 gr kentang, kukus dan haluskan
2 bungkus agar agar
4 gelas santan
1 gelas gula pasir/sesuai selera
Cara :
*masak agar+santan+gula sampai mendidih (sambil diaduk supaya nggak luber keluar dari panci)
*masukkan kentang, aduk aduk sampai bergolak lagi, matikan kompor
*aduk-aduk sampai asapnya berkurang. masukkan ke cetakan. Kalau perlu disaring supaya printilan kentang yang nyisa nggak terbawa.