Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Selasa, 20 Oktober 2015

Tahu Bejek Spesial Pake Telur

Masakan ini pertama kali kenal ya di Bandung. Karena selama aku di Jawa Tengah, DKI, NTT maupun di Lampung, aku nggak pernah melihat menu ini baik di warung maupun di meja makan temenku :)
Padahal buatnya mudah aja....

Bahan :
1 telur (katanya kalau di warung nggak dikasih telur)
1 tahu - remas/hancurkan
1 batang daun bawang -iris
1 cabe rawit (haha level pedesku rendaaah)-iris-iris
2 bawang merah -iris
1 bawah putih -iris
1 sdm minyak sayur
Gulgar bila suka


Cara membuat :
Panaskan teflon dengan sesendok minyak, tumis duo bawang, dan cabe rawit. Kemudian masukan telur dan daun bawang. Aduk aduk sampai telur setengah matang. Terakhir masukkan tahu yang sudah diremas, aduk2 sambil tahunya dihancurkan atau dibejek-bejek hehehe... Karen dihancur-kan seperti ini, ada yang menyebut juga tahu siksa.
Mudaah kaan ?


tahu siksa yang siap dilahap

Rabu, 22 Oktober 2014

Sandal Swallow Art : Seni Pahat Sandal Swallow

Beberapa waktu lalu baca status Wida bahwa salah satu bintang drakor pakai sandal swallow. Mana harganya pake dollar pulak. Klo gak salah harga indent 20$ ... alamaaak... mending enggak kalau aku mah...

Nah satu dua hari berikutnya, Mbak Fathimah minta beliin sandal swallow juga. Aku langsung waspada bin curiga dia mau ikutan idola drama korea. Eh, ternyata itu hanya buruk sangkaku aja. Mbak Fathim mencari sandal swallow karena mau diukir / dipahat atau apalah namanya. Hihi jadi inget ya, jaman dahulu suka namain sandal swallow pakai solder diukir inisial nama kita biar nggak ketuker.
Nah, kalau sandal swallow art ini nantinya bakal dibawa ke acara Jumbara PMR, karena ada acara temu karya juga, nanti hasil ukirannya bakal dipamerin di acara tsb.

Pas mbak nanya motif batik apa kira-kira yang mudah dipahat, aku langsung keinget motif mega mendung atau motif kawung. Itu kan relatif mudah ya...
Tapi berhubung ini acara Jawa Barat mbak Fathim memilih motif mega mendung yang khas Cirebonan. Karena mbak Fathim gak terlalu bisa nggambar, dia minta tolong Siti -sahabatnya- untuk menggambar. Siti ini pernah juga jadi partner mbak bikin tas kain perca. #oot hehe
Maka mbak pun mulai cukil sana cukil sini... jangan tanya alatnya apa ya...
Seharusnya mungkin ada alat khusus, biar mudah gitu. Tapi mbak hanya pake beberapa alat yang ada di rumah... yang jelas cutter tajam buat mahat, trus dia juga pakai seam ripper/alat pembuka jahitan /buat ndhedhel gitu untuk mencukilnya.
Karena dia keburu berangkat Jumbhara, ini foto sandal yang belum selesai dipahat niih.. kira kira beginilah penampakannya


sederhana tapi hasil karya

Selasa, 21 Oktober 2014

Tempat Pensil dari Botol Bekas

Assalamu'alaikum teman teman.... bagaimana kabar kalian ? Maafkan kebandelanku yaaa... lama tidak menyapa teman-teman semua melalui postingan di blog ini.
Selain karena kendala teknis -gadget rusak, ga da waktu, dsb- ya emang akhir-akhir ini juga lagi males bikin - bikin apaaa... gitu.
Sekalinya bebikinan, eh, males juga foto-fotonya.
Ya tapi sebenernya jauuuh.... di dasar lubuk hati yang terdalam, kangen juga nulis di sini. Xixixi jadi seperti menggalau ya..

Baiklah teman, sesuai judul di atas, ini adalah tempat pensil yang dibuat dari botol air mineral. Ini bukan buatanku ya.... aku kan lagi terserang malas tea, ini adalah buatan mbak Fathimah. Ini murni karya dia, aku cuma ngeliatin aja dia bikin ini.

Alat dan Bahan :
* botol bekas air mineral
* cutter
* cat minyak + kuasnya tentu saja

Cara Membuatnya :
* buang plastik pembungkus botol, potong dengan menggunakan cutter dengan tinggi sesuai selera.
* cat bagian luar botol dengan motif yang teman-teman suka. Mau batik, mau bunga, dsb. Di sini mbak Fathim cuma ngecat gitu aja.
* Biarkan kering dan wadahpun siap digunakan.

Jumat, 01 Agustus 2014

Selamat Idul Fitri

Waaaah.... ternyata bulan kemarin nggak ada postingan sama sekali di blog ini yaa...
Mumpung masih suasana lebaran, sambung lagi silaturrahimnya.

Selamat Idul Fitri 1 Syawal 1435 H
Taqabalallahu minna wa minkum
Mohon Maaf Lahir dan Batin

Senin, 02 Juni 2014

Apronism - Isme Baru Tentang Apron

Sebenernya ini utang lama yang harus dibayar. Nggak papa lah ya Ko.... telat telat banyak... kan hadiahnya juga nerimanya telaat.... wakakak

Perkenalanku dengan apron ini sudah sejak lama. Yaitu pas aku SMP dan pelajaran ketrampilan praktek menjahit celemek.
Celemek pertamaku waktu itu warnanya pink, ada rempel-rempel dan saku di kiri. Trus nutup dada tentu saja. Mirip-mirip celemek putih yang suka dipakai para nanny dan ART di film-film bule jaman dulu itu lhooo.... Tapi dalam perjalanannya, aku sungguh lupa bagaimana nasib celemek jahitanku itu. Karena pas aku SMP aku juarang banget masak, tugasku adalah ke pasar, cuci piring dan menyapu halaman.
Setelah dewasa dan menikah, sebagai koboy di dapur rumahku sendiri, jujur aku katakan di sini, awalnya aku menganggap bahwa apron aka celemek itu bukan salah satu perlengkapan dapur. Haha kenapa ? Yaaah gak kenapa-napa aja... suka suka aku aja sik.

Menurutku, ngapain juga musti pake celemek atau apron ini, masak kan di rumah, pakai baju rumah, yah kalau abis masak dapat bau-bau sedap dari dapur, atau bajunya kotor karena kebanyakan reflek ngelap ke rok / baju (haha ini mah gue banget) ya tinggal mandi lagi aja, trus ganti baju. Simpel kan ?
Apalagi pada prakteknya aku nggak akan mandi sebelum urusan dapur kelar, ya makin sah aja kalau aku merasa nggak membutuhkan apron.
Satu-satunya apron yang kumiliki adalah apron berbahan plastik dari emperan Pasar Baru, itupun aku nggak beli. Tapi dibeliin oleh kakak ipar yang waktu itu aku anterin wisata belanja ke PasBar. Nasib apron ini sedikit tragis, yaitu dibuang karena keciprat ciprat semen pas renovasi dapur kemarin.

Ketika kemudian mak Iko merekomendasikan aku masuk grup IDFB di face book (walaupun sekarang juarrraaang banget diulik), pandanganku soal apron ini sedikit bergeser. Apalagi setelah tahu bahwa di dalam setiap tantangan di grup food blogger itu, pemenangnya selalu dapat apron. Jadi, kedudukan apron buat ratu dapur itu semacam 'mahkota' gitu kali ye.... atau sejenis  'jubah kebesaran' barangkali ?
Dan... aku pernah lho....dapat apron IDFB.  Yeay !  Menangin tantangan ? Oh, tentu tidak. Aku dapat gratisan dooooong dari Mak Iko.
Apronnya cakep. Berbahan utama denim, ada saku batik berlogo IDFB. saking bagusnya sampai sempat sayang mau makenya. Disimpen aja di lemari masih berbungkus plastik. Dan dikeluarkan oleh mbak Fathimah karena dia butuh. Selalu dipakai saat dia cuci piring malam yang ditunda ke pagi hari. apalagi kalau cupirnya udah pakai seragam sekolah. belakangan Ayuk pun mengikuti. Apron ini sekarang tiap hari nongkrong di dapur
Apakah ceritaku tentang apron sampai di sini ? Masih lanjooot...

Sejak mendapat apron IDFB dari Mak Iko, dan pandanganku terhadap apron sedikit terbuka, sekarang, kalau ada yang ngomongin apron, yang keinget olehku bukan lagi mamang mamang di Pasar Baru, tapi satu merk yang enak banget di dengar telinga, karena namanya melekat dengan bendanya. Apronism. Ya... ini itu semacam trend baru dalam dunia perdapuran.Apalagi ketika, Apronism mengeluarkan seri  " I'm Google Chef" . Alamaaaaak.... ini kan emak-emak jaman sekarang banget. Mau masak apapun tanya ke mbak Gugel. Apron ini dilengkapi saku besar di bagian depan buat nyimpen contekan eh salah, buat nyimpen gadget tempat kita berguru step by step sang resep.
Udah gitu perpaduan warnanya juga tsakep-tsakep.
Manusia boleh kepingin, skala prioritaslah persediaan beraslah yang menentukan. Berhubung duitku habis lagi habis lagi, ya sudah keinginan ber apronism -nya diendapkan dulu.
Makanya ketika Mak Ika bikin GA review dapur hangus berhadiah apron, dengan semangat reformasi aku ikut lombanya. Apakah aku menaang ? Yes !
Aku salah satu yang beruntung mendapatkan  satu lagi apron gratisan.
Penyerahannya sedikit tertunda, karena Mak Ika pengen menyerahkan langsung, sedang jadwalku dan jadwalnya gak cocok-cocok. Apalagi ketambahan Vio sekolah, trus Mak Iko pindah rumah (selamaat ya... nempatin rumah pribadi ayeuna maah)...makin tertunda deh.
Sabar ya...
Dan kesabaran itu akan indah pada waktunya.
Ketika jadwal kami cocok, maka apron hadiah dengan resmi diserahkan, ditambah traktiran. Alhamdulillaah...


pertemuan dengan Mak Iko, itu tin yang di tanganku itu, tempat apron lhoo
fokus ke apronnya ya...