Tentang Titi

Foto saya
Bandung, Jawa Barat, Indonesia
istri, ibu dari 5 anak, full time worker, menghibur diri dengan berkreasi dan berpuisi

Sabtu, 16 Februari 2013

Tas Mukena

Ada sisa benang, aku coba bikin lagi tas mukena.
Warnanya ungu gradasi putih soft gitu...Karena ini untuk tas mukena berbahan parasit yang dapat digulung tipis maka diameternya pun hanya sekitar 10cm.

Alasnya aku buat bulat. Cara membuat bulatannya, pertama buat rantai sekitar 10, kemudian sambungkan, dan naik melingkar rapat. Nah, lingkar luarnya lagi dikasih jeda satu mata rantai sebelum membuat double crochet / dc. Demikian selanjutnya sampai mencapai diameter yang diinginkan.

Sedangkan untuk sisi sisinya aku variasikan seperti tampak pada gambar.
Oya, untuk mengejar 'motif' yang aku inginkan seperti ini, rajutannya akhirnya variasi antara dc dengan sc (single crochet).

#Ih.. aku nggaya pake istilah istilah perajut sejati, padahal aku cuma perajut koboy. *uhuk

tas mukena itu

motif hiasan di salah satu sisi

motif hiasan di sisi lainnya

bagian dasar tas
Aih, baru kepikiran ya.. tas ini kan enggak aku kasih daleman, mukenanya bakal kotor nggak ya... ?
Atau sebenarnya bukan buat mukena juga bisa sih, buat apa aja, semacam kantung serba guna gitu..
Setuju ?


Salam Kreatif !

Kamis, 14 Februari 2013

Miniatur Doraemon

Si Mbak Fathimah dapat tugas lagi dari sekolah untuk pelajaran SBK. Setelah sebelumnya ditugasi membuat semacam siluet gitu, maka kali ini tugasnya lebih berat, yaitu membuat patung.
Bukan patung sembarang patung yang dia buat, tapi patung doraemon eh miniatur doraemon tepatnya.
Hihi... kebayang deh ya.. susah payahnya. Jadi inget salah satu adegan perahu kertas ketika si Keenan belajar memahat ya...
Kemaren si Mbak juga demikian. Untunglah bahannya dari gipsum, jadi nggak terlalu keras. Memahatnya pun cukup menggunakan cutter.
Lucunya, ternyata si gipsum ini bisa di tambal sulam tempel ulang hanya dengan air.
Jadi kalau ada bagian yang mahatnya terlalu dalam, ya tinggal 'ditempel' aja. Caranya, kedua sisi gipsum yang akan ditempel dibasahi dengan air, kemudian ditempelkan sambil sedikit ditekan-tekan agar tempelan itu halus.
Fyuuuuh... tetep repot juga ya..

Melihat mbak tekun mengerjakan tugas itu, aku malah jadi tergoda untuk menggoda *jiaah
Pertama menanyakan kepalanya gimana mi..
Kujawab kepala belum bulat kok udah ditanyain gimana
Terus nanya tangan. eh tangannya kekecilan qqq
dsb dsb akhirnya si mbak nggak minta komen lagi. #emak nakal

Setelah selesai dipahat, 'patung' gypsum itu harus diwarnai. Ternyata warna gypsum bisa berubah ya...
Satu dua hari sebelum diwarnai, kepala doraemon udah lumutan, ada bintik bintik hijau gitu.. ya mungkin karena lembab. Untunglah setelah diwarnai, tidak nampak lagi.

Mau lihat bagaimana rupa doraemon ? Jreng jreng jreng.....

tampak mukaa

tampak atas
Menurut teman teman, mirip nggak siiiihhh ?

Salam Kreatif !

Senin, 11 Februari 2013

Gantungan Kunci

Ini sebenarnya repost dari blog sebelah.

Gantungan kunci dari kain flanel / felt.
Yang pertama, bergambar kumis yang lagi laris manis.
Sekelilingnya dijahit dengan tusuk feston, gantungannya dari benang emas. Sebelum dijahitkan, ujungnya disimpul mati dulu, supaya tidak tertarik keluar ketika digantung.
hiasan kumisnya dilem dengan lem tembak / lem lilin, sedangkan matanya dari kancing yang dijahitkan.

Kemudian yang kedua, hanya dihias gambar hati, yang dijelujur sebelum kain berbentuk lingkarannya disatukan.
Kedua gantungan kunci ini diisi dengan dacron. Ukurannya dapat dibuat sesuai selera ya.. demikian juga hiasannya.

Gampang kan ?   Yups. Ini buatan anakku yang ketiga untuk pelajaran SBK.

gantungan kunci felt

Salam Kreatif !

Selasa, 05 Februari 2013

Tas Selempang Rajutanku

Masih seputar merajut.... jangan bosen ya...
Kali ini aku membuat tas rajut untuk salah satu teman yang ulang tahun. 
Ukurannya kecil, kira kira siih buat jalan jalan santai gitu.. cuma buat nyimpen hape dan dompet saja.
Tas ini agak lain dari tas tas yang aku buat sebelumnya. Selain bentuknya yang lebih kecil, dan biasanya aku hanya merajutnya selang seling gitu.. biar cepet selesai (hihi..), untuk tas ini aku mencoba satu teknik baru yang diajarkan bu Yani, yaitu ketika menusuk bukan ngambil yang di depan, tapi ambil bagian belakang. Jadi ada tonjolan gitu.. Cuma karena benangnya warna warni jadi tidak begitu kelihatan hasilnya.

Selain itu, aku juga menghiasinya dengan bunga dan rumbai rumbai yang terbuat dari rantai rantai gitu. Buat yang pengen tahu, cara membuatnya adalah, sebelum naik ke rajutan atas, aku putar sekali lagi di baris itu, membuat rantai sepuluh lalu 'ditempel' di selang satu rantai (*aish, bingung nggak sih). Begitulah kira-kira sampai 3 putaran sehingga si rumbai  tumpuk tiga.

Supaya lebih spesial, saya menambahkan furing di dalam tas. Lapisan ini bener bener aku jahit pake tangan. Menempelnya pun pake jahit tangan. Juga resletingnya. Jadi jangan heran kalau hasilnya kelihatan yaaah...
Overall, kalau penampakan dari luar sih, nggak bakal kelihatan itu bekas jelujuran dsb. hehehe

Oh iya, berapa benang yang saya habiskan untuk tas ukuran 26 x 19 cm ini ? Satu gulung benang tidak habis.
Beberapa teman sering menanyakan, berapa harga rajutanku ? hihi terus terang saja belum berani menjual hasil karya. Harga bahan sih memang murah, tapi tenaga kerjanya aku belum berani menetapkan harga  :) *jiah #gakbakatusaha
Jadi ya.. maap maap aja. 

Nah penasaran mau lihat hasilnya ? Baiklah.. inilah tas itu

penampilan tas secara utuh
ini rumbai rumbainya...
kelihatan kaan... jahitan tangannya ? tapi aku merasa lebih mantap jahit tangan arena kalau jahit mesin, pasti bakal kelihatan di luar tas
Ini lapisan dalamnya ada saku, untuk nyimpen hape :p

Sampai sekarang, tas ini belum aku berikan pada si calon penerima hehe.. karena belum ketemu lagi. 
Apakah teman teman ingin mencoba membuat sendiri ?  *lempargulunganbenang

Salam Kreatif !


Jumat, 01 Februari 2013

Bolu Pisang (Gagal)

Beberapa waktu lalu, Bibi membawakan kami pisang ambon dari kampung. Amboy.... pisang kampung itu memang benar benar menggiurkan. Besar besar dan ranum. Saking besarnya baik si pisang maupun sisir pisang itu sendiri, akhrinya sampai dua hari pisang ambon di atas meja tidak habis juga.

Pas pada saat bersamaan, Mba Heni memasang profil bb-nya dengan bolu pisang lekker. Klop-lah sudah. Pisang yang tidak habis itu pun segera aku proses agar berubah bentuk menjadi bolu pisang lekker a la mba Heni. 

Sayang seribu sayang, aku sulit sekali menghilangkan rasa malas kebiasaan untuk berimprovisasi atas resep resep orang. Bolu pisang resep mbak Heni itu aku proses tidak sesuai instruksi. Olala, hasilnya pun tidak sesuai ekspektasi dooongg..




Baiklah kita intip dulu resepnya ya....
Bahan bahanya :
1.telur 7 butir
2.gula pasir 150 gr
3.vanili 2 bungkus ( 1 sdt) (aku skip) dan vx 1 sdt (boleh tidak pakai) - aku pake tbm
4. tepung terigu 100 gr
5. tepung maizena 25 gr
6.enam  buah pisang ijo (ambon)yg sudah dalu /matang sangat, kerok pake sendok
7.santan 130 ml (dua bungkus segitiga kara)
8.margarin 200 gr
10.kismis 75 gr

Cara membuat
1. kocok dg mixer kecepatan tinggi bahan bahan : telur, vaninili ,gula dan vx.
2. setelah mengembang (berwarna putih) masukkan margarin yg telah di cairkan, masukkan santan cair
3. masukkan tepung dan pisang yg sudah di haluskan dengan cara selang seling dengan campuran tepung terigu dan maizena
4. masukkan ke dalam loyang cetakan kue yang sudah di olesi dengan mentega
5. taburkan kismis diatas adoanan
6. oven dengan panas sedang selama kurang lebih 30 menit.tanda kue sdh masak adalah dengan menusukkan lidi ke dalam adonan kue,jika kue sudah matang maka tak ada adonan yang menempel di batang lidi kita.

lihat bolu bikinanku, meyakinkah ya ?
dueng duenggg.... setelah dilepas dari loyang ternyata lengket dan hancur berantakan
 Setelah aku analisa kegagalan tersebut *jiah* kemungkinan disebabkan oleh hal hal sbb
- aku nggak kerok pisang pake sendok, tapi langsung aku ancur ancurin pake sendok di mangkok. jadi masih kelihatan  serpihan serpihan pisang seperti gambar di atas
- aku pakenya pisang 7 biji hihihi
- trus tepung seperti biasa enggak aku timbang

padahal harusnya seperti ini

Nah, pesan saya sih, jangan coba coba improvisasi hihi.. apalagi kalau baru mencoba untuk pertama kali

Salam Kreatif !